Jumat, 05 Februari 2010

Pasokan armada kapal seismik 3D masih kurang

Jumat, 05/02/2010
JAKARTA : Pelaku pelayaran nasional mengeluhkan kurangnya pasokan kapal seismik 3D berbendera nasional, padahal kapal jenis ini banyak dibutuhkan untuk kegiatan eksplorasi lepas pantai.Direktur Utama PT Era Indoasia Fortune, perusahaan pelayaran, Paulis A. Djohan menilai model bisnis kapal jenis ini banyak yang belum dipahami oleh operator pelayaran, sehingga sampai saat ini belum ada yang masuk ke sektor penyedia jasa tersebut.Pelaku pelayaran, kata dia, tidak mempersoalkan besarnya nilai investasi pengadaan kapal seismik 3D ini. Pasalnnya, sejumlah bank kini mulai tertarik membiayai pengadaan kapal berbendera nasional selama kredit yang dikucurkan bisa dikembalikan.Untuk itu, tambahnya, model bisnis penyediaan jasa penyewaan kapal jenis ini harus diperjelas. “Hitung-hitungan bisnisnya banyak yang belum diketahui oleh operator, itu salah satu kendala mengapa pelayaran tidak ada yang membelinya,” tuturnya kepada Bisnis.com, hari ini.Indonesia saat ini baru memiliki satu unit kapal seismik 2D, itupun milik Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), yang notabene bukan anggota organisasi pelayaran. Padahal, armada jenis tersebut termasuk kelompok barang terapung.Akibat minimnya kapal jenis seismik terutama model 3D berbendera merah putih, Paulis mengatakan kegiatan eksplorasi minyak lepas pantai banyak menggunakan kapal berbendera asing dengan sistem sewa.UU No.17/2008 tentang Pelayaran menyebutkan kegiatan pengangkutan di dalam negeri wajib menggunakan kapal berbendera nasional dan diawaki oleh warga negara Indonesia.(Tularji/Bisnis.com)

Tidak ada komentar: