JAKARTA: PT Gurita Lintas Samudera berencana menggarap bisnis pengangkutan minyak dan gas bumi (migas) dengan membeli satu kapal tanker ukuran 20.000 DWT senilai US$25 juta.Direktur Utama PT Gurita Lintas Samudera Soenarto mengatakan pembelian kapal tanker itu menyusul ancaman kelangkaan armada angkutan migas berbendera Indonesia mulai 2010."Kami baru rencana membeli kapal tanker setelah Pertamina memberikan peluang kapal berbendera Indonesia mengambil alih muatan migas mulai tahun depan," katanya kemarin.Menurut dia, Gurita menargetkan pembelian kapal tanker dilaksanakan pada tahun ini atau tahun depan guna memperoleh kontrak awal pengangkutan migas dari PT Pertamina.Sampai saat ini, papar Soenarto, pihaknya telah memperoleh komitmen pinjaman dari perbankan nasional untuk mendanai pembelian kapal tanker itu, antara lain dari BII, Bank Mandiri, dan Bank Ekspor Indonesia."Namun, komitmen pinjaman itu masih menunggu kepastian kontrak migas dari Pertamina," katanya.Saat ini, tuturnya, pihaknya masih berusaha meyakinkan Pertamina agar kontrak kapal tanker asing dialihkan ke kapal berbendera Indonesia guna mengimplementasikan asas cabotage.Sesuai dengan Inpres No.5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional dan Undang-Undang No.17/2008 tentang Pelayaran, penerapan asas cabotage mewajibkan muatan migas domestik diangkut oleh kapal berbendera Indonesia.Soenarto mengungkapkan tren angkutan migas di dalam negeri akan meningkat seiring dengan pelaksanaan asas cabotage secara penuh mulai 1 Januari 2010."Sekarang trennya muatan adalah migas, bukan batu bara. Untuk angkutan batu bara armadanya sudah berlebih," ujarnya.Dia menambahkan perusahaannya saat ini mengoperasikan empat unit kapal bulk carrier tipe handymax untuk melayani pengangkutan muatan curah cair di dalam negeri.Menurut dia, selain melayani pengangkutan batu bara untuk memenuhi pasokan PLTU Suralaya, Gurita juga memperoleh kontrak pengangkutan hasil tambang dari Papua (PT Freeport Indonesia) ke produksi smelter PT Smelting Gresik yang dimiliki oleh PT Freeport Indonesia dan Mitsubishi.Sejauh ini, Indonesia diperkirakan terancam kelangkaan armada tanker karena 56 kapal berbendera asing yang disewa oleh Pertamina hanya dibolehkan beroperasi di dalam negeri sampai 31 Desember 2009.
Oleh Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia