Pada 14-15 April 2009 Bisnis diundang oleh TNT dalam peresmian pusat distribusi (hub) regional di Singapura. Fasilitas ini mengintegrasikan layanan pengiriman barang lewat udara dan darat. Berikut laporannya.Layanan multimoda dengan menyatukan jaringan udara dan darat bisa menjadi solusi pengiriman kargo di segala kondisi. Pasalnya, jika hanya mengandalkan moda angkutan udara berpotensi terhambat ketika terjadi hambatan dalam penerbangan.Hal itu tampak ketika ratusan demonstran menduduki Bandara Internasional Don Muang, Thailand, akhir tahun lalu, penerbangan terpaksa ditunda dan pengiriman barang terhambat.Dalam kondisi normal, setelah kargo dibongkar di bandara itu kemudian diangkut menggunakan truk ke wilayah Indochina, termasuk Vietnam, dan China. Namun, pada saat suhu politik di Thailand memanas, layanan seperti itu tidak dapat dilakukan.Beruntung bagi TNT yang sudah mulai merintis layanan terpadu jaringan udara dan darat di Singapura. Kargo yang semula akan diangkut lewat udara dari Singapura ke Thailand, dialihkan menggunakan moda darat memakai truk. Bahkan, pesaing TNT yang tidak memiliki jaringan terpadu seperti itu ikut mengirimkan barang melalui jaringan TNT.Pengoperasian TNT Regional Hub di Singapura memang sangat penting untuk menyatukan jaringan udara dan darat dalam memberikan solusi pengiriman kargo kepada pelanggan. Layanan terpadu ini lebih cepat tiga kali lipat dibandingkan dengan menggunakan transportasi laut dan lebih hemat daripada moda udara.Oleh karena itu, untuk menghemat ongkos pengiriman, konsumen dapat menggunakan jasa multimoda yang ditawarkan TNT. Barang yang akan dikirim ke China atau wilayah di sekitarnya dapat diangkut dari Singapura menggunakan pesawat sampai ke Thailand. Setelah itu pengiriman dilanjutkan lewat darat ke tempat tujuan.TNT Regional Hub di Singapura yang diresmikan pada 15 April 2009 itu dibangun dengan menelan biaya Sin$20 juta atau sekitar US$13,4 juta. Pusat distribusi yang berlokasi di sebelah apron kargo Bandara Changi itu merupakan fasilitas yang pertama mengintegrasikan jaringan udara dan darat di Singapura.Hub itu bisa menangani 350 ton kargo per hari dengan dukungan 110 staf. Dengan demikian, TNT dapat meningkatkan layanan udara internasional antara Eropa, Asia Tenggara, dan China.Selain itu, hub yang beroperasi selama 24 jam seminggu itu juga bisa menangani pengiriman kargo outbound dan inbound dengan hubungan darat langsung ke Malaysia dan Thailand. Fasilitas ini dapat melayani 2.300 parsel per jam atau 23.000 parsel per hari, 9.200 lembar dokumen per jam (92.000 lembar per hari), dan 350 ton kargo per hari.Pada April 2008, TNT telah menetapkan Singapura sebagai tempat transit bagi Boeing 747-400ER dalam perjalanan dari hub udara TNT di Eropa yaitu di Legie, Belgia, ke China. Pesawat itu beroperasi tiga kali seminggu yang menerbangi rute Singapura, Shanghai, dan Eropa.Fasilitas baru ini memperluas jaringan layanan udara langsung TNT dengan Asia Road Network (ARN) sepanjang 5.000 mil. ARN menghubungkan 125 kota di lima negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Indochina (termasuk Vietnam), dan China.Layanan ini 30% lebih murah dibandingkan dengan transportasi udara dan tiga kali lebih cepat daripada moda laut. ARN meniru keberhasilan yang diterapkan TNT dalam European Road Network dengan menawarkan solusi pengiriman barang lebih cepat dan lebih murah.Bernilai tinggiBerdasarkan studi TNT, mayoritas permintaan barang datang dari pelanggan yang bergerak di sektor teknologi tinggi, peralatan dan permesinan, serta kesehatan yang sering mengirimkan barang berat bernilai tinggi.Oleh karena itu, TNT telah meluncurkan tiga pilihan layanan pengiriman barang berat, yakni Express Freight, Economy Freight, dan Freight Plus. Layanan ini tersedia di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia.Langkah itu merupakan bagian dari investasi US$160 juta selama periode 5 tahun ke depan untuk membangun posisi terdepan TNT di Asia.Dengan tiga layanan terbaru, pelanggan akan mendapat keuntungan dari jaringan global yang terintegrasi dan komprehensif, tanpa bergantung pada pihak ketiga. Keahlian TNT dalam pengurusan dokumentasi dan memenuhi aturan lintas batas juga menjadi pengalaman nyata dari layanan door-to-door dari TNT.Untuk mendukung operasional di Indonesia, TNT mengoperasikan pesawat kargo B737-300F yang disewa dari Transmile dengan daya angkut 14 ton yang menghubungkan Singapura-Jakarta dan Singapura-Balikpapan lima kali dalam seminggu.Rute pesawat ini akan terhubung dengan operasional B747-400ERF yang berkapasitas 110 ton. Dengan adanya layanan itu, TNT Indonesia akan diuntungkan dengan rute langsung dan waktu transit yang lebih singkat.Pelanggan TNT di Balikpapan, misalnya, bisa menikmati pelayanan dan waku transit yang lebih baik untuk keperluan impor dari Eropa melalui koneksi Eropa-Singapura-Balikpapan.TNT Divisi Ekspres mulai beroperasi di Indonesia pada 1979 dengan nama PT Skypak International. Jaringan operasinya meliputi 33 kota besar di Indonesia yang didukung dengan 17 kantor cabang, 14 agen dan 10 depot, enam gateway (Jakarta, Surabaya, Batam, Medan, Denpasar dan Balikpapan), serta 600 karyawan di Tanah Air.Dengan jangkauan layanan yang sangat luas dan didukung fasilitas yang terkoneksi secara global, TNT memungkinkan memberikan solusi pengiriman barang yang lebih cepat dan lebih murah. (
taufik.wisastra@bisnis.co.id)
Oleh Taufik Wisastra
Wartawan Bisnis Indonesia