Rabu, 02 Juni 2010

Realisasi impor kapal capai US$815,2 juta

Selasa, 01/06/2010
Oleh: Tularji

JAKARTA (Bisnis.com): Realisasi impor kapal selama Januari—April 2010 mencapai US$815,2 juta atau naik 90,6% jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar US$427,5%.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan meskipun tumbuh tinggi, tetapi kecil kemungkinan bisa melampaui realisasi selama 2009.

Menurut dia, realisasi impor kapal tahun ini sangat dipengaruhi oleh tender pengadaan kapal off shore dalam rangka menggantikan kapal berbendera asing. “Walau impor kapal selama Januari—April 2010 tinggi, tetapi sulit melampaui 2009,” katanya kepada Bisnis.com, sore ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor kapal selama Januari—Desember 2009 mencapai US$2,7 miliar atau melonjak 94,2% dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya sebesar US$1,39 miliar.

Nilai impor tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pelayaran nasional, dan mewakili 80% dari total nilai impor kapal sejak penerapan asas cabotage dalam 5 tahun terakhir yang mencapai US$3,35 miliar.

Perubahan status 808 unit kapal berbendera asing ke bendera Merah Putih milik 301 perusahaan pelayaran nasional diduga telah mengangkat realisasi nilai impor kapal selama 2009. Pengalihan bendera kapal ini guna memenuhi tenggat pelaksanaan penuh asas cabotage 2011.

Dia menjelaskan agenda asas cabotage yang akan berakhir selambat-lambatnya 7 Mei 2011 akan memengaruhi realisasi impor kapal, tetapi tidak signifikan. “Kecuali jika kapal-kapal besar jenis FSO (floating storage and offloading) dibuka tendernya tahun ini,” ujarnya. (ts)