Pengelola terinal petikemas Surabaya (TPS) berjanji akan meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggannya dengan memperbaiki berbagai sistem service yang ada maupun ketersediaan informasi pada tahun 2009.
“Tahun 2009, kami akan mencoba meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan memperbaiki customer service yang ada maupun ketersediaan informasi. Misalnya upaya peningkatan kualitas dan kecepatan bongkar muat di lapangan penumpukan, antara lain dengan pembelian 4 unit RTG baru, 6 unit head truck beserta double chassis dan 1 unit Top Loader. Bahkan kami juga menyiapkan sistem komputer operasional yang lebih baik dan lebih mampu men-support kegiatan operasional dengan penyajian data secara real time,” kata M. Zaini, Direktur Utama PT TPS, baru-baru ini.
Dengan penggunaan teknologi seperti GPS dan digital image yang dihubungkan dengan sistem, ungkap Zaini, maka data akan menjadi lebih akurat, informatif dan real time. “Kehadiran teknologi memang sudah merupakan kebutuhan jika kecepatan pelayanan menjadi salah satu tujuan kami,” ujarnya.
Diungkapkan Zaini bahwa saat ini standard kecepatan pelayanan di TPS, mencapai 25 container per crane per hour, untuk kecepatan pelayanan kapal 40 container per ship per hour.
“Sedangkan kecepatan pelayanan di lapangan kurang dari 30 menit dan kecepatan pelayanan di dokumen adalah 1 petikemas per menit,” ujarnya. Sementara itu, Wara Djatmika, Corporate Public Relation PT TPS kepada Pers menyatakan, pertumbuhan arus bongkar muat petikemas melalui TPS selama tahun 2008 meningkat 3,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.Tahun 2008, pencapaian throughput TPS sebesar 1.154.417 TEUs, naik dibandingkan tahun 2007 yang hanya mencatat 1.114.162 TEUs.
Meski realisasi arus bongkar muat petikemas itu belum memenuhi target pertumbuhan sebesar 5 %, ungkap Wara, namun tren positif yang terjadi di awal hingga pertengahan tahun 2008 cukup dapat meredam penurunan arus bongkar muat yang terjadi di akhir 2008.
Zaini juga memperkirakan jika pada awal tahun 2009 ini arus bongkar muat petikemas melalui TPS akan mengalami penurunan pada kisaran 20 %.
“Para agen pelayaran menyampaikan kepada kami bahwa kapal-kapal mereka berkurang muatannya, sehingga tentunya kami juga harus melakukan langkah-langkah antisipasi,” katanya.
Menurut mantan direktur utama PT Portex tersebut, prediksi turunnya arus bongkar muat itu, berpotensi untuk menurunkan pendapatan bagi perusahaan.
“Untuk itu kami telah menyiapkan beberapa langkah efisiensi untuk mengurangi dampak dari kondisi global ini. Meski demikian kami menjamin bahwa hal tersebut tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kami,”ujarnya.