Jumat, 05 Februari 2010

INSA: Sulit pecahkan rekor nilai impor kapal 2009

Kamis, 04/02/2010
JAKARTA : Pelaku pelayaran mengaku kesulitan memperbesar nilai impor kapal selama 2010 hingga melampaui realisasi pada 2009 yang mencapai US$2,7 miliar atau tertinggi dalam sejarah pelayaran nasional.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan jumlah kapal yang diperlukan untuk mengisi kebutuhan angkutan domestik tahun ini semakin menyusut sehinga sulit untuk memecahkan rekor impor kapal tertinggi itu. “Sulit meski tidak mustahil,” katanya kepada Bisnis.com, tadi pagi.Menurut dia, bukan tidak mungkin nilai impor kapal selama 2010 ini akan melampaui tahun lalu.
Namun, katanya, di sisi lain sudah saatnya porsi galangan di dalam negeri mulai diperbesar dengan harapan pemerintah mau memangkas pajak yang selama ini menjadi penyebab harga kapal produksi dalam negeri tidak kompetitif dibandingkan impor.Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor kapal pada 2009 mencapai US$2,7 miliar atau melonjak 94,2% dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya US$1,39 miliar.Nilai impor tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pelayaran nasional, dan mewakili 80% dari total nilai impor kapal sejak penerapan asas cabotage dalam 5 tahun terakhir yang mencapai US$3,35 miliar.Johnson menyebutkan tingginya nilai impor kapal pada tahun lalu dipengaruhi oleh perubahan status 808 unit kapal berbendera asing ke bendera merah putih milik 301 perusahaan pelayaran nasional.Kondisi itu, katanya, tidak akan terjadi lagi pada tahun ini karena jumlah kapal berbendera asing yang harus melakukan pergantian bendera ke dalam negeri tinggal sedikit. “Sekarang kapal batu bara dan migas sudah merah putih semua, tinggal off shore saja,” katanya.(er/tularji/bisnis.com)

Tidak ada komentar: