JAKARTA: Pengusaha angkutan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok menolak areal parkir truk di luar pelabuhan tersibuk di Indonesia itu yang disiapkan oleh PT Pelabuhan Indonesia II.Ketua Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) DKI Jakarta Soedirman mengatakan selain tidak efisien, lokasi parkir di luar pelabuhan tidak akan mengurangi tingkat kemacetan pada jalur ekspor impor Pelabuhan Priok ketika arus barang dalam kondisi ramai.Oleh karena itu, paparnya, Organda Angsuspel mendesak manajemen Pelindo II menyediakan lahan parkir di dalam Pelabuhan Priok bagi truk pengangkut peti kemas."Kalau lokasinya di luar pelabuhan tidak akan ada manfaatnya. Justru kemacetan itu bermuara pada kantong-kantong di dalam pelabuhan. Seperti di pelabuhan negara lain, lokasi parkir truk terletak di dalam pelabuhan," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.Soedirman mengatakan hal itu menanggapi rencana PT Pelindo II yang menggandeng Pemkot Jakarta Utara untuk menyiapkan fasilitas parkir angkutan peti kemas seluas 20 hektare di kawasan Cakung, Cilincing, yang ditargetkan terealisasi sebelum akhir tahun ini.Menurut dia, asosiasinya sudah lebih dari 5 tahun mendesak penyediaan areal parkir truk peti kemas di dalam Pelabuhan Priok untuk mempersingkat waktu pengeluaran barang impor ataupun pengapalan ekspor setelah pengurusan dokumen selesai."Selama ini truk yang menunggu dokumen selesai harus parkir di depo-depo atau di jalan di luar pelabuhan. Kondisi ini memicu antrean truk karena pada saat bersamaan harus masuk dan keluar dari pelabuhan ketika dokumen kepabeanannya selesai diurus. Adapun, untuk menunggu di dalam pelabuhan tidak mungkin karena tidak ada fasilitas parkir."Respons positifSebelumnya, Direktur Utama PT Pelindo II Richard Jose Lino mengatakan rencana penyediaan areal parkir itu sudah mendapat respons positif dari Wali Kota Jakarta Utara.Dia menuturkan fasilitas itu diharapkan bisa mengurangi tingkat kemacetan di jalan raya akibat banyaknya parkir liar di sepanjang akses jalur ekpor impor dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok."Saya sudah bertemu dengan Wali Kota Jakut hari ini [kemarin]. Polanya nanti Pelindo II akan menyewa, sedangkan yang menyiapkan lahan yakni pihak pemkot. Saya berharap lahan parkir yang disipkan sekitar 20 hektare karena arus armada pengangkut peti kemas dari dan ke Pelabuhan Priok cukup banyak," katanya.Sekretaris Organda Angsuspel DKI Maradang Rasjid mengatakan sebetulnya masih ada lahan yang bisa dipakai di dalam pelabuhan jika manajemen Pelindo II memiliki komitmen yang kuat untuk menyiapkan lahan parkir truk."Lahan seluas 1,8 hektare yang kini masih digunakan oleh Graha Segara sebagai lokasi behandle [pemeriksaan] peti kemas bisa dimanfaatkan menjadi lahan parkir. Pasalnya, pengelola terminal peti kemas sudah diwajibkan menyiapkan lokasi sendiri untuk behandle," katanya.Rasjid menambahkan pengusaha angkutan peti kemas menginginkan areal parkir disiapkan di dalam pelabuhan karena berdekatan dengan kantor pelayanan dokumen kepabeanan dan kantor pengelola terminal. "Kami siap berdialog dengan Pelindo II dan Pemkot Jakut untuk mencari solusi terbaik masalah ini."Menurut data Organda Angsuspel DKI, jumlah armada pengangkut peti kemas yang beroperasi di Pelabuhan Priok saat ini mencapai 13.000 unit dengan 9.000 unit di antaranya merupakan armada milik perusahaan anggota Angsuspel. (k1)Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar