Sekitar 40 hingga 50 % perusahaan forwarder di Semarang, kini kehilangan pekerjaan (nganggur), akibat adanya stop ekspor-impor terutama dari buyer Amerika
.----
Hal itu dikemukakan, Suyanto, ketua DPW Gafeksi Semarang, saat dikonfirmasi Pers pekan lalu. Menurutnya, stop ekspor itu terjadi sebagai dampak terjadinya krisis global. “Sehingga komoditi ekspor seperti tekstil dan furniture Jawa Tengah, untuk tujuan Amerika banyak yang di-pending (ditunda),” kata Suyanto.Dikatakan, penundaan atau stop ekspor itu, tidak bisa dipastikan sampai kapan akan berlangsung. “Itu terserah buyer (pembeli) disana. Dan untuk pasar Amerika, kita (perusahan forwarder Jawa tengah) hanya bisa menunggu,” kata Suyanto.Meski begitu, tambahnya, forwarder Semarang, secara terus-menerus tetap melakukan komunikasi dengan para pengusaha (ekportir dan importir) domestik. “Sebab yang kami ikuti, hingga saat ini, para ekportir di Jawa Tengah berupaya mencari akses pasar baru, seperti membidik pasar Timur Tengah,” kata Suyanto. (SA).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar