Rabu, 08 Februari 2017

PTP Tandatangani Perjanjian SLA dengan PBM Terseleksi Di Seminyak - Bali

Jakarta - PT.Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) bersama jajaran Direksi, General Manager, dan   Komisaris PT PTP,   mengadakan   acara   penandatanganan Service Level Agreement (SLA) dengan 18 Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dan PBM khusus terseleksi.
Penandatanganan itu dalam rangka mendukung program besar PT. Pelabuhan Indonesia II   (Persero)   dari   segi   komersial,   terutama   dalam   penetapan   formula   kerjasama, pengembangan bisnis, serta hubungan dengan mitra eksisting. Acara penandatanganan dilaksanakan  di Hotel Harris, Seminyak - Bali (2-4 ,Pebruari 2017).
Isi dari penandatanganan perjanjian   SLA   dalam   Pelaksanaan   kegiatan   Bongkar   Muat (B/M)  pada PT  PTP.   Pendapatan yang diperoleh PT PTP tahun 2016 yaitu kurang lebih sebesar 3.5 Triliun,  dimana 2.6 Triliun (75%) diantaranya berasal dari kegiatan bongkar buat muat, sehingga keberadaan dan produktivitas PBM sangatlah berpengaruh terhadap performansi PT.Pelabuhan  Tanjung   Priok. 
Melalui   kegiatan   Penandatangan   kerjasama   ini, management   PT.   Pelabuhan   Tanjung   Priok   berupaya   mendorong   para   mitra   PBM untuk bekerja lebih baik lagi di tahun 2017, sekaligus menjadi ajang sosialisi metodeevaluasi   baru,     yang   memperjelas   sistem   reward   dan   penalti   menjadi   lebih transparan dan adil berdasarkan produktivitas.
Rombongan   berangkat   dari   Jakarta menuju Bali pada   kamis   siang  langsung ke  hotel   dan beristirahat.  Acara  dilanjutkan  pada Jumat pagi  dengan agenda meeting  yang  dibuka  oleh Dirut  PTP  Arif   Suhartono  dan   Komisaris   PTP,   Sabri   Saiman.   Pada kesempatan itu juga presentasi   dari   Direktorat   Komersil   PT PTP  dan   diakhiri   dengan  acara seremoni yaitu penandatanganan   perjanjian   SLA   dengan   PBM. Sebagai bentuk  apresiasi  dari   PTP kepada mitra sekaligus untuk mempererat hubungan keduanya, diadakan kegiatan outdor rafting di Ayung River.
Pada hari Sabtu, rombongan diajak  tour bersama sebelum bertolak ke Jakarta.  Undangan   yang hadir saat itu , Komisaris   PTP   Sabri   Saiman   dan   Hari Setyobudi, Direksi PT PTP antara lain Dirut Arif Suhartono, Direktur Operasi M. Aji, Direktur Keuangan dan SDM  Prastyo Wasis, Direktur Komersial Rima Novianti, dan Tara Hidayat. Perwakilan dari PBM antara lain Juswandi, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar   Muat   Indonesia   (APBMI),   Sony   Sutanto,   dari   PT.   Adipurusa,   Arrayyan   A.Chairan, dari PT. Tangguh Samudera Jaya, dan Ardana Dwiwarta Putra dari PT. Dwipa Hasta   Utama Duta   serta   18   perwakilan   Perwakilan   dari   Perusahaan  bongkar   muat lainnya.
Komisaris PTP Sabri  Saiman  saat itu menyampaikan   acara   ini   adalah  bentuk tanggung   jawab dari  perusahaan   untuk   memberikan   pelayanan  yang  terbaik secara optimal   di Pelabuhan   Tanjung   Priok.  
"Diharapkan   dengan   kerjasama   ini   dapat   mendorongpeningkatan kualitas pelayanan PTP menjadi lebih baik", ujarnya.
Dirut PT PTP Arif Suhartono  pada kesempatan itu mengatakan perjanjian   SLA   ini   adalah  usaha  PT PTP   dan   PBM   untuk memberikan  garansi   pelayanan   bongkar   muat   bermutu   kepada   pelanggan   sesuai tolak ukur yang disepakati bersama.
Dijelaskannya, PT. Pelabuhan Tanjung priok (PT. PTP) adalah salah satu dari 17 anak perusahaanIPC (PT. Pelabuhan Indonesia II) dimana bisnis utamanya adalah pelayanan bongkar muat   kapal,  dengan   spesialisasi   penangan   petikemas   dan   cargo   break   bulk.  PT.Pelabuhan Tanjung Priok beroperasi secara penuh di Bulan November 2014 sebagai sebuah perseroan dengan tiga terminal utama dan satu terminal pendukung dalam pengusahaan bisnisnya. 
“Tiga   terminal   itu   adalah   Terminal   1   yang   berfokus   pada penanganan   cargo   curah   kering   dan   curah   cair.   Terminal   2   berfokus   penanganan   petikemas   domestik   dan   cargo   break   bulk.   Sedangkan   Terminal   3 merupakan  terminal   khusus   petikemas   yang   menangani   petikemas   domestik   dan internasional.   Untuk   terminal   pendukung   atau   disebut   juga   area   Non   Terminal, adalah   terminal   yang   dipergunakan   sebagai   area   pendukung   bagi   Terminal   1,Terminal 2 dan Terminal 3.,” Ujarnya.(Risyaji ).

Tidak ada komentar: