WARTA INDONESIA RAYA.COM / WI MEDIA (Jakarta 5/10),- Bung Karno menyampaikan suatu saat nanti negara lain akan iri dengan
kekayaan sumber daya alam kita, secara kebetulan pada saat presiden yang
sekarang ini dilantik juga menyampaikan bahwa kaya akan sumber daya alam bisa
menjadi petaka.
Sehingga dua Presiden itu sama, berarti kekhawatiran ini
sebagai warning. Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo kepada awak media usai upacara Laporan
Korps Kenaikan Pangkat 13 Perwira Tinggi TNI, bertempat di Kantor Panglima TNI, Jl. Merdeka Barat No. 2, Jakarta Pusat, Selasa
(4/10/2016).
Panglima TNI menjelaskan bahwa,
kekhawatiran itu didasari oleh eskalasi konflik Global dan Regional
beserta pola yang dianutnya, sehingga perlu diwaspadai agar tidak menjadi
sebuah potensi ancaman terhadap negara Indonesia.
"Iran, Libya, Suriah mengalami
perselisihan antar agama dan teroris, perselisihan dalam negeri mereka
menjadikan negara lain masuk dan mengacaukan negaranya. Kita lihat Suriah,
negara kaya akan sumber minyak, kondisi seperti ini yang saya jelaskan sehingga
saya juga khawatir," ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Lebih lanjut Panglima TNI
mengulas bagaimana potensi dan upaya-upaya pelemahan terhadap bangsa Indonesia
yang terus mengalir melalui Narkoba dan aksi terorisme serta secara nyata dan
masif mempengaruhi sendi kehidupan.
"Dua persen masyarakat kita
terkena Narkoba, China dulu mempunyai kekuatan bersenjata kuat sekali, tetapi
dengan perang candu mereka kalah. Banyak warga negara Indonesia berada di
Suriah, bahkan anak-anak didoktrin melalui dalil yang menyesatkan, selanjutnya
mereka kembali ke negara Indonesia untuk melakukan kegiatan teror, tidak
menutup kemungkinan hal itu bisa melemahkan bangsa Indonesia," tutur Panglima
TNI.
Menyikapi sudut pandang dalam
melihat suatu pernyataan di media yang disampaikan pak TB Hasanuddin selaku
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo harus disimak
secara utuh dan positif sehingga menghasilkan kesimpulan yang objektif dan
bernilai guna. "Bahasa media mempengaruhi orang, begitu melihat majalah maka
tertarik ingin membaca, mungkin beliau hanya melihat judulnya saja," ujar
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI kembali mengingatkan tentang arti persatuan, baik kepada seluruh
rakyat Indonesia maupun Lembaga Negara dalam konteks meningkatkan kewaspadaan
masyarakat melalui upaya yang kongkrit dan nyata.
"Saya pikir, apa yang saya
sampaikan ini wajar, saya minta BIN lebih melihat ini dan menyampaikan kepada
publik agar publik waspada. Ini saya lakukan agar masyarakat benar-benar sadar
terhadap bahaya ancaman dan waspada," ucap Panglima TNI.
Terkait latihan militer yang dilakukan TNI dengan
Angkatan Bersenjata negara lain, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa
latihan tersebut telah diprogramkan melalui pembicaraan kedua negara dan
perjanjian antara Menteri Pertahanan. "Jadi latihan ini sudah
diprogramkan, tahun depan ada latihan dua dan tiga tahun sekali dengan Amerika
juga India, jadi jangan dikonotasikan karena proses genting, itu memang program
yang sudah terencana," katanya.
Panglima TNI mengatakan bahwa
kebijakan pemerintah Indonesia untuk Laut China Selatan dalam rangka mewujudkan
situasi yang kondusif serta menciptakan stabilitas keamanan bersama.
"Pertama, pemerintah Indonesia
sekuat tenaga berusaha agar di Laut China Selatan peace and stability,
kemudian menghimbau kepada semua pihak untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa
meningkatkan instabilitas, oleh karenanya TNI tidak akan melaksanakan latihan
dengan negara manapun dilaut China selatan," imbuh Panglima TNI
Sementara itu, menurut Jenderal
TNI Gatot Nutmanyo, TNI bersama pihak terkait selalu melakukan langkah yang
terbaik dalam upaya pembebasan dua WNI yang di sandera kelompok Abu Sayyaf dan
mengharapkan dukungan dari seluruh bangsa Indonesia.
"Dua orang yang disandera ini,
saya mohon doanya dan mudah-mudahan dalam minggu ini ada berita gembira, semua
berusaha lewat diplomasi total, siapa tahu besok atau lusa menjadi hadiah untuk
TNI," pungkas Jenderal TNI Gatot Nutmanyo. (Risyaji/WI Media/Puspen TNI).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar