Minggu, 11/04/2010
SURABAYA : Arus bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, khususnya di fasilitas Terminal Petikemas selama triwulan I/2010 mencapai 301.146 twenty foot equivalent units (TEUs), naik 125% dibandingkan dengan periode sama pada 2009
Peningkatan itu ditenggarai dipicu meningkatnya arus perdagangan barang dari China terkait diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) sejak awal tahun ini.
Humas PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Wara Dijatmika mengakui bila ada lonjakan volume petikemas yang dihandling pada triwulan I/2010 dibandingkan dengan volume pada 2009 maupun 2008.
Total volume petikemas triwulan itu mencapai 301.146 TEUs dengan rincian Januari 99.040 TEUs, Februari 96.640 TEUs dan Maret 105.466 TEUs. Pada 2009 hanya mencapai 239.407 TEUs dan 2008 sendiri bervolume 290.104 TEUs.
"Dengan gambaran itu, ada kenaikan 125% bila dibandingkan 2009 sedangkan dengan 2008 naik 103%,” ungkap Wara kepada Bisnis.com, hari ini.
Wara memprediksi bila tren volume petikemas yang dihandling di TPS stabil, volume pada akhir 2010 akan bisa menyamai volume 2008 atau bahkan malah melebihi.
“Pada 2008 total volume petikemas mencapai 1,16 juta TEUs, pada 2009 menurun menjadi 1,12 juta TEUs. Konstruksi volume pada 2008 masih lebih terfokus pada arus petikemas internasional sedangkan pada 2009 meski arus internasional menurun tapi arus domestik meningkat tajam. Pada 2010 ini arus internasional maupun domestik tren-nya sama-sama besar.”
Di sisi lain, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Forwarder, Ekspedisi dan Logistik Seluruh Indonesia (Gafeksi) Jatim Aziz Winanda mengakui bila arus perdagangan khususnya yang menggunakan petikemas melalui Tanjung Perak mengalami peningkatan.
“Peningkatan ini erat kaitannya dengan diberlakukannya ACFTA awal tahun ini. Peningkatan arus petikemas itu lebih dikarenakan perdagangan barang asal China mengalami kenaikan yang cukup signifikan," tambahnya.
Data Gafeksi arus impor Januari-Februari dari China naik sekitar 18%. Bila stabil, volume selama semester I berupa arus barang dari negara itu bisa naik 25%.
Sementara itu Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Cabang Surabaya Stevens H. Lesawengen membenarkan adanya lonjakan volume petikemas di Surabaya.
“Data INSA mencatat penggunaan kapal pada triwulan I/2010 mengalami peningkatan sekitar 30%, ini berefek pada peningkatan call [kedatangan] kapal yang masuk ke Tanjung Perak mengingat pelabuhan itu merupakan hub port untuk kawasan Indonesia Timur,” kata Steven kepada Bisnis.cpom hari ini.(fh/bisnis.com)
Peningkatan itu ditenggarai dipicu meningkatnya arus perdagangan barang dari China terkait diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) sejak awal tahun ini.
Humas PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Wara Dijatmika mengakui bila ada lonjakan volume petikemas yang dihandling pada triwulan I/2010 dibandingkan dengan volume pada 2009 maupun 2008.
Total volume petikemas triwulan itu mencapai 301.146 TEUs dengan rincian Januari 99.040 TEUs, Februari 96.640 TEUs dan Maret 105.466 TEUs. Pada 2009 hanya mencapai 239.407 TEUs dan 2008 sendiri bervolume 290.104 TEUs.
"Dengan gambaran itu, ada kenaikan 125% bila dibandingkan 2009 sedangkan dengan 2008 naik 103%,” ungkap Wara kepada Bisnis.com, hari ini.
Wara memprediksi bila tren volume petikemas yang dihandling di TPS stabil, volume pada akhir 2010 akan bisa menyamai volume 2008 atau bahkan malah melebihi.
“Pada 2008 total volume petikemas mencapai 1,16 juta TEUs, pada 2009 menurun menjadi 1,12 juta TEUs. Konstruksi volume pada 2008 masih lebih terfokus pada arus petikemas internasional sedangkan pada 2009 meski arus internasional menurun tapi arus domestik meningkat tajam. Pada 2010 ini arus internasional maupun domestik tren-nya sama-sama besar.”
Di sisi lain, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Forwarder, Ekspedisi dan Logistik Seluruh Indonesia (Gafeksi) Jatim Aziz Winanda mengakui bila arus perdagangan khususnya yang menggunakan petikemas melalui Tanjung Perak mengalami peningkatan.
“Peningkatan ini erat kaitannya dengan diberlakukannya ACFTA awal tahun ini. Peningkatan arus petikemas itu lebih dikarenakan perdagangan barang asal China mengalami kenaikan yang cukup signifikan," tambahnya.
Data Gafeksi arus impor Januari-Februari dari China naik sekitar 18%. Bila stabil, volume selama semester I berupa arus barang dari negara itu bisa naik 25%.
Sementara itu Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Cabang Surabaya Stevens H. Lesawengen membenarkan adanya lonjakan volume petikemas di Surabaya.
“Data INSA mencatat penggunaan kapal pada triwulan I/2010 mengalami peningkatan sekitar 30%, ini berefek pada peningkatan call [kedatangan] kapal yang masuk ke Tanjung Perak mengingat pelabuhan itu merupakan hub port untuk kawasan Indonesia Timur,” kata Steven kepada Bisnis.cpom hari ini.(fh/bisnis.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar