JAKARTA: Asian Development Bank (ADB) dan German Agency for Technical Cooperation (GTZ) membantu perbaikan jalan antarnegara di lintas utara Kalimantan dari Pontianak hingga Entikong sepanjang 309 km.Perbaikan jalan itu direncanakan dimulai tahun ini dan diharapkan dapat memacu pertumbuhan investasi, distribusi barang, dan sektor pariwisata di kawasan tersebut.Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Suroyo Alimoeso mengatakan komitmen ADB dan GTZ itu terungkap dalam pertemuan empat menteri bidang transportasi negara anggota Asean di Manado, Sulawesi Selatan, pada 23-25 Juni 2009.Empat menteri yang tergabung dalam kerja sama BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina-East Asian Growth Area) itu sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi antara keempat negara.Salah satu upaya meningkatkan kerja sama tersebut, kata Suroyo, adalah memacu kegiatan transportasi, termasuk transportasi darat.Menurut dia, peningkatan jalan Pontianak-Entikong akan mendukung transportasi angkutan umum penumpang dan barang melalui darat dari Indonesia ke Malaysia dan Brunei Darussalam."Dari pertemuan BIMP-EAGA terungkap untuk memacu perkembangan investasi, distribusi barang dan pariwisata, jalan Pontianak-Entikong akan di-upgrade oleh ADB dan GTZ," katanya kepada Bisnis, kemarin.Suroyo menjelaskan jalan penghubung antarnegara merupakan ruas yang paling strategis untuk transportasi barang dan penumpang karena sejumlah kota, seperti Kuching (Sarawak), Kinabalu (Sabah), dan Bandar Sri Begawan melalui jalur tersebut.Menurut dia, perbaikan jalan itu bisa memacu kegiatan ekspor Indonesia ke Brunei dan Sabah sehingga terjadi interaksi perkembangan ekonomi wilayah Kalimantan Barat, termasuk mempermudah transportasi tenaga kerja Indonesia (TKI).April tahun lalu, Dephub telah melayangkan surat kepada Departemen Pekerjaan Umum yang isinya meminta kerusakan jalan di lintas batas Indonesia-Malaysia (Pontianak-Entikong) segera diperbaiki.
Oleh TularjiBisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar