JAKARTA: Manajemen PT Pelabuhan Indonesia II segera melarang kapal peti kemas internasional dilayani di dermaga konvensional Pelabuhan Tanjung Priok terkait dengan penataan pelabuhan itu.Direktur Utama PT Pelindo II Richard J. Lino mengatakan adanya terminal peti kemas II di dermaga konvensional sejak awal bukan untuk kapal peti kemas internasional, melainkan melayani domestik.Menurut dia, terminal peti kemas II untuk kapal peti kemas dalam negeri itu hanya sementara waktu, sebelum membangun terminal peti kemas yang khusus melayani domestik."Dermaga konvensional hanya bisa untuk melayani kapal peti kemas domestik dan kapal jenis lost cargo. Adapun, kapal peti kemas internasional akan dilayani di dermaga khusus peti kemas," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.Dia mengakui selama penataan Pelabuhan Priok terkesan tumpang-tindih antara peti kemas domestik, internasional, dan barang lost cargo, sehingga direksi baru Pelindo II akan mengembalikan fungsi pelabuhan itu ke penataan yang benar.Terkait dengan penataan itu, Richard mengungkapkan gudang di kawasan lini 1 yang sebelumnya diinstruksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk dibongkar guna menampung peti kemas internasional, kini mulai disetop."Sebenarnya yang sangat dibutuhkan Pelabuhan Priok saat ini adalah lahan di luar kawasan yang mudah diakses ke pelabuhan untuk menampung peti kemas dan lahan parkir truk," katanya.Richard memaparkan lahan pelabuhan bukan untuk tempat penimbunan peti kemas dan lapangan parkir truk karena justru pola itu yang selama ini menimbulkan kemacetan yang terus mengganggu kelancaran pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan Priok.Menurut dia, jika Pemprov DKI Jakarta memberikan lahan yang luas, seperti di kawasan Marunda untuk penunjang kegiatan di Tanjung Priok, pelabuhan tersibuk di Indonesia itu bisa ditata dengan baik.Tidak optimalRichard mengatakan jika Pelabuhan Priok tidak ditata dengan baik bisa merugikan perekonomian nasioanal karena pelayanan kapal dan barang tidak bisa dilakukan secara optimal.Saat berkunjung ke kantor DPP Indonesian National Shipowners'Association (INSA), beberapa waktu lalu, dia juga berjanji segera menata kembali semua pelabuhan yang dikelola oleh BUMN itu karena selama 20 tahun dinilai tidak berkembang.Dia mengungkapkan pada tahap awal akan dilakukan penataan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dilanjutkan ke Pelabuhan Teluk Bayur, Padang. Menurut dia, penataan Teluk Bayur sebagai pelabuhan alam di pantai barat Sumatra akan dikembangkan untuk melayani kapal ukuran besar.Richard menegaskan Pelindo II juga siap mengembalikan fungsi pelayanan pelabuhan ke paradigma yang benar dalam melayani pengguna jasa angkutan laut di Tanah Air. "Orientasi PT Pelindo II ke depan adalah meningkatkan produktivitas dan pelayanan. Kalau ada karyawan Pelindo II yang 'nakal' segera laporkan dan akan ditindak tegas," katanya.Dia juga setuju membuat komitmen teknis dengan INSA untuk melakukan perbaikan pelayanan yang disertai dengan barometer service level agreement (SLA) yang bisa dinilai terus-menerus.Ketua Bidang Organisasi DPP INSA Paulis Djohan mengatakan organisasinya merespons positif perubahan paradigma pelayanan dari Pelindo II itu karena mencerminkan profesionalisme dan pemahaman bisnis yang kuat dari direksi baru BUMN pelabuhan itu."Direksi sekarang sangat menyadari risiko dari kerusakan-kerusakan pelayanan selama ini. Direksi baru juga mengetahui manajerial direksi sebelumnya di bawah standar." (aidikar.saidi@bisnis.co.id)Oleh Aidikar M. SaidiBisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar