JAKARTA: Sejumlah pelaku usaha di Pelabuhan Tanjung Priok mendesak Departemen Perhubungan mempercepat pembentukan badan otoritas pelabuhan untuk memberikan kepastian kelangsungan usaha swasta di pelabuhan itu.Sekjen Asosiasi Tempat Penimbunan Sementara Indonesia (Aptesindo) Syamsul Hadi mengatakan kehadiran badan otoritas juga diharapkan menjadi regulator tunggal di pelabuhan, sekaligus menghilangkan penguasaan bisnis jasa kepelabuhanan.Dia mengungkapkan mengatakan sejak dilakukan penataan Pelabuhan Priok beberapa waktu lalu, pelaku usaha swasta di pelabuhan itu tergusur karena tidak bisa lagi memanfaatkan lahan untuk kegiatan penumpukan peti kemas."Kini seluruhnya sudah diambil alih oleh Pelindo. Saya kira pernyataan Pelindo yang akan tetap menggandeng pelaku swasta hanya basa basi, karena hingga saat ini tidak ada kejelasan polanya seperti apa," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.Oleh karena itu, tutur Syamsul, pelaku usaha sangat berharap segera dibentuk badan otoritas pelabuhan di Priok sesuai dengan amanat UU No. 17/ 2008 tentang Pelayaran agar persoalan mengenai kelangsungan usaha swasta bisa segera teratasi."Sekarang seolah-olah nasib kami digantung tanpa ada kejelasan karena mau berusaha di dalam pelabuhan sudah tidak bisa lagi. Namun, di sisi lain beraktivitas di luar pelabuhan dengan mengoperasikan TPS [tempat penimbunan sementara] untuk menampung OB [overbrengen] juga tidak bisa karena terkendala aturan Bea dan Cukai."Juru Bicara PT Pelabuhan Indonesia II Hendra Budhi mengatakan pihaknya tetap akan melibatkan pelaku usaha swasta di Pelabuhan Priok melalui pola kemitraan yang saling menguntungkan dalam bisnis jasa kepelabuhanan.Dia mengatakan UU Pelayaran telah mengamanatkan Pelindo sebagai pengelola pelabuhan dan tidak diperkenankan lagi untuk menyewakan lapak sebagaimana yang dituduhkan oleh berbagai kalangan selama ini."Sampai saat ini bentuk kemitraan dengan swasta masih terus dibahas oleh internal Pelindo. Mereka [swasta] yang akan menjadi mitra, tentunya yang telah teruji dan memiliki pangsa pasar yang jelas," ujarnya.
(k1)Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar