Kamis, 15 April 2010

TPK Koja-JICT atur lalu lintas peti kemas


Kamis, 15/04/2010 11:10:23 WIBOleh: Raydion Subiantoro
JAKARTA (Bisnis.com): Terminal peti kemas (TPK) Koja bekerja sama dengan Jakarta International Container Terminal (JICT) dalam pengaturan arus lalu lintas peti kemas dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok, menyusul pecahnya kerusuhan kemarin di Koja, Jakut.

GM TPK Koja Doso Agung mengatakan peti kemas impor dari TPK Koja akan melalui JICT dahulu sebelum keluar dari area Pelabuhan Tanjung Priok. Begitu juga dengan peti kemas ekspor, harus melalui JICT dulu sebelum ke TPK Koja.

Strategi tersebut dipilih guna menekan potensi terhambatnya lalu lintas peti kemas.

“Bekerja sama dengan JICT, membuka empat gate. Gate satu dan dua untuk peti kemas ekspor, dan gate 12 dan 13 untuk peti kemas impor. Ini dilakukan sejak tadi pagi pukul 07.00. Kemarin malam pelayanan dihentikan demi keamanan. Pekerja di shift dua dan tiga diliburkan,” jelasnya siang ini.

Dia menuturkan keadaan di depan area TPK Koja tidak memungkinkan peti kemas bisa keluar langsung. Oleh karena itu, jelasnya, peti kemas harus melalui JICT sebelum bisa keluar.

“Banyak kendaraan terbakar. Keadaannya cukup berantakan. Jadi tidak mungkin peti kemas keluar langsung dari TPK Koja,” paparnya.

Doso mengatakan potensi kerugian yang diderita TPK Koja sebesar Rp2 miliar, belum termasuk kerugian dari perusahaan pelayaran dan pemilik barang akibat terhambatnya lalu lintas peti kemas.(er)

Tidak ada komentar: