Kamis, 15/04/2010 15:47:58 WIB Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Carmelita Hartoto mengatakan kerusuhan tersebut telah mencederai sektor pengangkutan laut Indonesia yang kini daya saingnya sedang rendah.
Untuk itu, dia mengharapkan PT Pelindo II dan pemerintah mencari solusi yang terbaik supaya proses recovery dapat dilakukan. "Ini bukan soal kerugian pengusaha, tetapi kepentingan perekonomian nasional," katanya kepada Bisnis.com, hari ini.
Menurut dia, proses penertiban pelabuhan di Indonesia dalam rangka memacu daya saing perlu tetap dilanjutkan supaya arus barang, baik ekspor-impor maupun dalam negeri, semakin lancar.
Bentrok di Priok kemarin menyebabkan dua kapal kontainer yakni KMTC Port Klang yang diageni oleh PT Samudera Indonesia dan kapal MSC Asia yang diageni oleh PT Anda Lautan tertahan. Sementara itu, kegiatan pengangkutan peti kemas dari dan ke TPK Koja juga terhenti.
Pagi tadi, satu unit kapal lagi telah sandar di terminal Koja. Kapal NYK bermuatan 1.000 TEUs tersebut memiliki rute Singapura—Tanjung Priok. Di sisi lain, masih ada dua kapal yang tertahan di laut karena gangguan operasional bongkar muat di TPK Koja tersebut.
Hingga siang tadi, pintu utama terminal Koja masih belum dibuka. Pelayanan ke luar dan masuk peti kemas masih dialihkan melalui JICT setelah TPK Koja dan JICT sepakat membuka akses dalam rangka memperlancar arus barang ekspor dan impor.
General Manager Koja Doso Agung mengatakan strategi tersebut diambil supaya potensi terhambatnya lalu lintas peti kemas ke TPK Koja bisa ditekan sehingga muatan barang ekspor dan impor dapat terlayani.(er)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar