Kamis, 15/04/2010 09:44:57 WIB JAKARTA (Bisnis.com): Pelaku usaha pelayaran berharap kegiatan pelayanan kapal di terminal peti kemas Koja, Tanjung Priok sudah normal hari ini supaya arus barang ekspor dan impor melalui terminal itu kembali lancar.
Ketua Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan organisasinya belum dapat memastikan kapan dua kapal peti kemas yang tertahan di terminal itu sejak kemarin bisa meninggalkan Priok.
Kedua kapal kontainer tersebut adalah KMTC Poltang yang diageni oleh PT Samudera Indonesia, dan kapal MSC Asia yang diageni oleh PT Anda Lautan. Kapal tersebut masing-masing membawa 12.000 TEUs kontainer.
Keduanya tertahan di terminal peti kemas Koja, Tanjung Priok setelah terjadi bentrok antara aparat Satpol PP dengan massa. “Hari ini kami harapkan kegiatan di terminal Koja sudah normal,” katanya kepada Bisnis.com, pagi ini.
Menurut dia, bentrok antara Satpol PP dan massa di Priok menyebabkan kegiatan bongkar muat peti kemas di terminal Koja terganggu sehingga pelayanan terhadap kedua kapal tersebut tersendat.
KMTC Poltang dijadwalkan meninggalkan pelabuhan Priok tadi malam menuju Hong Kong, China dan Korea Selatan, tetapi akibat gangguan operasional hingga tadi malam kapal tersebut belum bisa berangkat.
Executive Director PT Samudera Shipping Line Ltd Asmari Herry mengatakan tersendatnya kegiatan bongkar muat kapal KMTC Poltang di terminal Kodja Bahari berimplikasi terhadap jadwal pelayanan kapal itu di sejumlah pelabuhan dunia.
Menurut dia, kerugian pelayaran tidak hanya terjadi Priok karena tersendatnya pelayanan terhadap satu unit kapal di pelabuhan terbesar di Indonesia itu berimbas kepada jadwal kapal tersebut di pelabuhan lainnya di dunia.
Karena itu, dia mengharapkan hari ini gangguan operasional di Tanjung Priok sudah dapat diatasi supaya kapal-kapal yang tertahan di pelabuhan Koja bisa beraktivitas normal kembali sehingga kerugian pelayaran dapat ditekan. (mrp)
Ketua Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan organisasinya belum dapat memastikan kapan dua kapal peti kemas yang tertahan di terminal itu sejak kemarin bisa meninggalkan Priok.
Kedua kapal kontainer tersebut adalah KMTC Poltang yang diageni oleh PT Samudera Indonesia, dan kapal MSC Asia yang diageni oleh PT Anda Lautan. Kapal tersebut masing-masing membawa 12.000 TEUs kontainer.
Keduanya tertahan di terminal peti kemas Koja, Tanjung Priok setelah terjadi bentrok antara aparat Satpol PP dengan massa. “Hari ini kami harapkan kegiatan di terminal Koja sudah normal,” katanya kepada Bisnis.com, pagi ini.
Menurut dia, bentrok antara Satpol PP dan massa di Priok menyebabkan kegiatan bongkar muat peti kemas di terminal Koja terganggu sehingga pelayanan terhadap kedua kapal tersebut tersendat.
KMTC Poltang dijadwalkan meninggalkan pelabuhan Priok tadi malam menuju Hong Kong, China dan Korea Selatan, tetapi akibat gangguan operasional hingga tadi malam kapal tersebut belum bisa berangkat.
Executive Director PT Samudera Shipping Line Ltd Asmari Herry mengatakan tersendatnya kegiatan bongkar muat kapal KMTC Poltang di terminal Kodja Bahari berimplikasi terhadap jadwal pelayanan kapal itu di sejumlah pelabuhan dunia.
Menurut dia, kerugian pelayaran tidak hanya terjadi Priok karena tersendatnya pelayanan terhadap satu unit kapal di pelabuhan terbesar di Indonesia itu berimbas kepada jadwal kapal tersebut di pelabuhan lainnya di dunia.
Karena itu, dia mengharapkan hari ini gangguan operasional di Tanjung Priok sudah dapat diatasi supaya kapal-kapal yang tertahan di pelabuhan Koja bisa beraktivitas normal kembali sehingga kerugian pelayaran dapat ditekan. (mrp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar