Kamis, 15 April 2010

Arus peti kemas Tanjung Priok masih lumpuh


Kamis, 15/04/2010 09:14:40 WIBOleh: Tularji
JAKARTA (Bisnis.com): Arus keluar masuk peti kemas dari dan ke terminal peti kemas masih lumpuh pasca-bentrok antara aparat Satpol PP dengan massa dalam penertiban bangunan di sekitar makam Mbah Priok.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Sudirman mengatakan sebenarnya aktivitas di pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut mulai beransur normal sejak pukul 22.00 tadi malam, tetapi baru yang berada di luar terminal Koja. Sementara di terminal peti kemas Koja masih terhenti. “Hingga pagi ini truk-truk kontainer belum bisa beraktivitas normal mengangkut keluar atau masuk membawa peti kemas ke terminal Koja itu,” katanya kepada Bisnis.com. pagi ini.

Akibatnya, operasional layanan peti kemas tersebut terganggu, sehingga kegiatan pengangkutan ekspor dan impor tersendat. Hingga kini belum bisa dipastikan kapan kegiatan pengangkutan peti kemas di Koja bisa normal, padahal ada dua kapal yang menunggu pelayanan di terminal itu.

Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Johnson W.S utjipto mengatakan bentrok di Tanjung Priok menyebabkan dua kapal kontainer yakni KMTC Poltang yang diageni PT Samudera Indonesia, dan kapal MSC Asia yang diageni Anda Lautan terhenti sejak pagi.

KMTC Poltang dari Korea membawa peralatan elektronik dan suku cadang ke Indonesia. Kedua kapal itu masing-masing membawa 12.000 TEUS. “Kami berharap tersendatnya pelayanan di Tanjung Priok segera teratasi,” katanya.

Eksekusi pembebasan lahan seluar 1,4 hektare di sekitar makam Mbak Priok, tokoh muslim lagendaris telah memicu bentrokan berdarah. Bentrok fisik antara massa dan petugas Satpol PP tidak bisa dihindarkan.

TPK Koja adalah satu dari empat pengelola bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok. Tiga lainnya adalah Jakarta International Container Terminal (JICT), PT Multi Terminal Indonesia (MTI), dan Terminal Konvensional PT Pelindo II. (mrp)

Tidak ada komentar: