Kamis, 15/04/2010 12:33:50 WIB Pendiri Asosiasi Pelabuhan dan Dermaga Industri Indonesia (APDII) Nasdion Agoes mengatakan pilihan reklamasi laut Tanjung Priok tidak banyak menimbulkan dampak sosial seperti bila menggusur pemakaman dan permukiman.
"Kalau Pelindo II mau memperluas kegiatannya, perluaslah ke arah laut. Ini lebih mahal tetapi lebih baik untuk bisnis ke depan," katanya hari ini.
Dia menyatakan perluasan lapangan penumpukan melalui reklamasi laut lebih baik dari sisi pemenuhan persyaratan kode internasional tentang keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan atau international ship and port facility security (ISPS) Code.
Nasdion melanjutkan pilihan reklamasi laut memang membutuhkan biaya mahal dibandingkan dengan membebaskan lahan di sekitar pelabuhan. "Namun, reklamasi laut jauh lebih baik bagi bisnis kepelabuhanan yang sarat peraturan keamanan," ucap dia.
Nasdion juga menyesalkan kemelut berdarah dalam proses penggusuran lahan pemakaman Mbah Priuk di Koja Jakut yang diklaim sebagai milik Pelindo II.
Dia mempertanyakan pengakuan Pelindo II yang merasa memiliki tanah di Koja melalui kesepakatan dua menteri tentang daerah lingkungan kerja (DLKr), padahal makam itu telah ada sebelum BUMN itu didirikan.
Bentrokan antara warga dan Satuan Polisi PP saat eksekusi makam Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad atau biasa dikenal dengan nama Mbah Priuk itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kedua belah pihak. Para korban dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara.(er)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar