JAKARTA: Proyek pembangunan pipa transmisi minyak dari Mudi ke Palang, Tuban, dilanjutkan dan ditargetkan bisa tuntas pada akhir Juni, sehingga hasil produksi minyak Banyu Urip dan tambahan produksi dari Sukowati bisa dialirkan sesuai dengan jadwal.General Manager JoB Pertamina-PetroChina East Java Suryadi Oemar mengatakan pihaknya telah melanjutkan pembangunan jalur pipa tersebut 2 pekan lalu dengan tingkat produktivitas 100-150 meter per hari. Pembangunan tersebut, diakuinya tidak menggunakan izin dari Bupati Tuban yang hingga kini belum merespons permohonan izin yang telah diajukan sejak Mei 2008 itu."Pipa itu sampai sekarang belum ada izin dari bupati. Daripada negara dirugikan kalau target produksi Banyu Urip dan Sukowati molor, kami lanjutkan saja proyek itu," jelasnya kepada Bisnis kemarin.Suryadi mengatakan permohonan izin pembangunan pipa yang dipersiapkan untuk mengalirkan 14.000 barel per hari (bph) dari Blok Cepu dan tambahan 10.000 bph dari Blok Tuban telah diajukan sejak Mei 2008. Namun, katanya, permohonan izin tersebut tidak mendapatkan respons Bupati Tuban hingga empat bulan."September kami mulai konstruksi tanpa izin bupati. Pekerjaan sudah tersisa 12 km lagi sebelum akhirnya proyek dihentikan atas perintah bupati. Akan tetapi, karena dikejar batas waktu hingga Juni produksi mesti masuk, kami lanjutkan lagi sejak 10 hari lalu," jelasnya.Dengan tingkat produktivitas yang ada, tuturnya, pihaknya optimistis target penyelesaian proyek bisa dicapai. Sikap optimistis juga disampaikan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Herawati Legowo seraya tetap berharap bupati mengeluarkan izin pembangunan pipa tersebut."Kami sudah korespondensi dan bupati membalas, yang intinya menanyakan kenapa mesti ada pipa baru. Atas pertanyaan itu, kami sudah menyampaikan klarifikasi kembali. Jadi, diharapkan persoalan ini bisa segera tuntas sehingga proyek jalan sesuai jadwal," terangnya.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah telah mengingatkan Pemkab Tuban bahwa tindakan menahan perizinan tersebut akan menghambat produksi yang bisa merugikan negara. Kendati tetap akan menghormati kewenangan yang dimiliki oleh Bupati Tuban, Purnomo mengatakan telah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan apabila terjadi kebuntuan dari proyek tersebut.
Oleh Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar