JAKARTA: Volume muatan penumpang dan barang di lintasan penyeberangan Surabaya-Madura diperkirakan menurun 50% seiring dengan segera beroperasinya jembatan Suramadu.Sekjen Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Luthfi Syarief mengatakan tarif yang lebih murah dan waktu tempuh lebih cepat mendorong penyeberang lebih memilih lewat jembatan Suramadu daripada menggunakan kapal feri."Volume [muatan] pasti akan turun 50%. Hal ini menjadi persoalan yang cukup sulit, karena pebisnis sudah mendesain armada feri untuk beroperasi di lintasan itu. Kalaupun harus membangun kembali kapal untuk diarahkan ke lintasan lain, membutuhkan biaya besar," ujarnya, kemarin.Menurut Luthfi, kapal feri di lintasan Surabaya-Madura merupakan tipe sekotel yang menggunakan baling-baling di depan dan belakang, sehingga hanya bisa bergerak maju dan mundur. "Oleh karena itu, apabila pengusaha ingin mendesain ulang untuk lintasan lain, biayanya bisa setara dengan pembelian satu kapal baru."Dia memaparkan solusi bagi operator untuk tetap bisa bertahan di tengah ancaman merosotnya arus penumpang adalah dengan memindahkan armada kapal ke lintasan lain yang sejenis."Gapasdap menyarankan agar armada dipindahkan ke lintasan lain yang sejenis, yakni jarak hanya sekitar 1-1,6 mil serta kondisi perairan tenang dan bersih, sehingga tidak perlu rebuild."Dia mengakui operator feri masih diuntungkan karena tidak semua kendaraan bermotor bisa melewati Suramadu, khususnya yang mengangkut muatan dengan beban lebih dari 20 ton."Kabarnya sepeda motor tidak boleh lewat di sana [jembatan Suramadu]. Kami mengharapkan agar pelaksanaan dan pengawasan terhadap larangan kendaraan lebih dari 20 ton di Suramadu bisa dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada awal-awal saja," katanya.
(22) : Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar