Rabu, 24 Maret 2010

Kampanye laut bebas teroris lemah

Rabu, 24/03/2010
Oleh: Tularji

JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah dinilai tidak gencar melakukan kampanye laut Indonesia aman dari aksi teroris maupun bahaya perang lainnya sehingga sejumlah kawasan perairan laut RI masuk ke dalam zona perairan rawan perang yang merugikan pelayaran.

Sekretaris Masyarakat Pelayaran, Pelabuhan dan Lingkungan Maritim (Mappel) Maman Permana mengatakan sejak Bom Bali, sejumlah kawasan perairan RI diidentifikasi sebagai area rawan sehingga kapal yang akan masuk ke kawasan itu dikenakan asuransi tambahan (war risk insurance).

Menurut dia, keputusan Joint War Committee (JWC) yang menetapkan sejumlah kawasan perairan Indonesia memiliki risiko perang itu tidak adil. “Itu sebenarnya kasus lama tetapi kenyataannya belum terbukti,” katanya kepada Bisnis.com, siang ini.

Dia meminta pemerintah melalui atase perdagangan di London, Inggris mengkampanyekan laut Indonesia aman guna mencabut status sejumlah perairan di Indonesia yang dinyatakan berada dalam zona bahaya.

Direktur Eksekutif PT Samudera Shipping Line Asmary Herry membenarkan war risk insurance masih dikenakan oleh perusahaan asuransi terhadap pelayaran yang akan masuk ke kawasan pelabuhan tertentu di Indonesia, tetapi premi dasarnya tidak naik.

Menurut dia, biaya tambahan asuransi kapal yang akan masuk ke pelabuhan di Indonesia dan dinyatakan memiliki risiko perang atas terorisme atau bahaya lainnya mencapai 0,00125% per perjalanan dari total nilai kapal. Asmary mengungkapkan tambahan biaya asuransi kapal di Indonesia relatif kecil karena ancaman perang tidak terlalu besar dibandingkan dengan beberapa negara lainnya, seperti Somalia atau Timur Tengah. "Di Somalia, biaya tambahan asuansi war risk mencapai 1% dari nilai kapal,” ujarnya.

Dalam pertemuan JWC pada November tahun lalu mengeluarkan daftar sejumlah kawasan perairan pada negara-negara yang dinyatakan berpotensi meningkatnya ancaman perang, terorisme, dan bahaya lainnya. Beberapa kawasan di Indonesia masuk dalam daftar JWC itu adalah Kalimantan, khususnya Balikpapan serta sebelah utara pantai timur Kudat dan Tarakan, Tanjung Priok, dan sebelah utara pantai timur Sumatra.(msb)

Tidak ada komentar: