Rabu, 24 Maret 2010

Suramadu Peluang “Emas” Usaha Logistik

Dengan terbangunnya jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan peluang emas bagi semua sektor usaha di Jawa Timur termasuk bagi usaha forwarder dan logistik. Hanya saja peluang itu akan benar-benar terwujud manakala telah ada pembangunan berbagai industri di Madura. Demikian dikatakan Azis Winanda, Ketua DWP Gafeksi Jawa Timur, Saat dikonfirmasi Ocean Week, belum lama ini.

“Meski jembatan Suramadu sudah diresmikan, namun menjadi ‘PR’ Pemerintah Pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membangun berbagai infrastruktur ekonomi termasuk membangun berbagai industri di Madura, baik di lahan 300 hektar dibawah pengelolaan BPWS (Badan Pengelola Wilayah Suramadu) maupun industri di Bangkalan, Sampang, Pamekasan serta Sumenep. Tanpa industri maka Suramadu tidak banyak yang diharapkan oleh masyarakat Madura, lebih-lebih pada kami yang bergerak di usaha logistic,” kata Azis.

Menurut Azis, peluang dibangunnya industri di Madura ada dan bahkan sangat besar. “Buktinya sekitar 10 tahun yang lalu, di Bangkalan berdiri sebuah perusahaan Jepang yakni Pabrik Guano yang memproduksi pupuk kelas ekspor, yanga bahan bakunya dari tanahdan kapur. Dalam setiap minggunya dikirim 2 kontainer 20 feet ke Jepang,”Kata Amri.

Dikatakan, pada saat pabrik itu beroperasi, ada pelaung bagi anggota gafeksi Jatim. “Kami kirim container 20 feet melalui kapal Feri yang sandar di Pelabujhan Kamal ke Surabaya (perak). Waktu itu kami beroperasi selama kurang lebih 3 tahun, dan akhirnya Perusahaan Guano tutup,” kata Azis.

Perusahaan Guano terpaksa tutup setelah tiga tahun sempat beroperasi, kata Azis, tutup bukanm karena tak punya modal atau juga bukan karena tidak layak dari sisi bisnis. “Perusahaan itu tutup karena terkendala transportasi. Biaya pengiriman container berisi pupuk Madura itu terbilang mahal, ketika harus memakai sarana kapal ferry, dalan mengirirm kontainernya,”Kata Azis.

Sehingga, kata Azis, dengan adanya jembatan Suramadu, maka transportasi dari dan ke Madura akan sangat terbantu. “Saya yakin akan banyak perusahaan yang melakukan invetasi di Madura, baik di Bangkalan, sampang, Pamekasan maupun di Sumenep, sebab bahan baku industri banyak ditemui di empat kabupaten itu,” kata Azis.

Selain, industri pupuk, kata Azis di Bangkalan Madura dapat dibangun industri semen se-kelas produk semen PT Petro Kimia Gersik. “Di Bangkalan ada banyak (jutaan bahkan miliaran volumennya) tanah dolomite, yakni bahan baku semen. Artinya di Bangkalan misalnya bisa dibangun pabrik semen sekelas PT Gersik,”kata Azis.

Demikian juga di Kabupaten lainnya, kata Azis dapat dibangun inrastruktur perikanan, pertanian, peternakan, garam, tembakau, gas, minyak dan lain sebagainya. “Demikian besar peluang itu, makanya saya katakan bahwa Madura dengan Suramadu-nya merupakan peluang ‘emas’ tidak saja bagi kamai usaha usaha logistic & forwarder tapi bagi seluruh elemen masyarakat Madura. Sebab jika semua infrastruktur itu terbangun maka akan terjadi pergerakan produk industri (logistic) dari dan ke Madura, baik kelas domestic maupun kelas ekspor,” kata Azis.

Pelabuhan Tanjung Bumi

Bahkan, kata Azis, kalau semua infrastruktur di Madura sudah dibangun,maka keberadaan Suramadu tidak cukup untuk menangani pergerakan barang hasil produksi dari Madura, sehingga pemerintah pusat dan pemerintah Jawa Timur harus mempersiapkan sejak dini untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Bumi.

“Pembangunan Pelabuhan Tanjung Bumi sebagai pelabuhan kelas internasional sudah masuk dalam grand design yang dikenal dengan nama Germakertosusilo (Gersik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan,” demikian Azis.

Menurutnya, pembangunan Pelabuhan Tanjung Bumi penting karena didasarkan pada sejumlah alasan, antara lain, saat ini usaha bisnis di Surabay terbilang sudah mulai jenuh sehingga perlu perluasan kea rah Utara yakni ke Bangkalan. “Alasan kedua pembangunan Pelabuhan Tanjung Bumi sudah dilakukan study kelayakan oleh Pemprov Jatim beberapa waktu lalu, saat gubernur Jatim dipimpin oleh Imam Utomo. Dan hasil studi kelayakan itu sangat baik dan menguntungkan. Pelabuhan Tanjung Bumi akan menjadi pelabuhan Kelas Internasional untuk wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur,” demikian Azis. (sa/ow).

Tidak ada komentar: