Ketua Dewan Pengurus Pusat INSA Johnson W. Sutjipto mengatakan beasiswa tersebut diberikan setelah pemerintah menggelar crash program untuk melipatgandakan jumlah pelaut
“Beasiswa kami siapkan untuk mendukung program percepatan itu,” katanya kepada Bisnis.com, siang ini.
Selama periode 2005—2009, lanjutnya, dibutuhkan sedikitnya 43.806 pelaut asal Indonesia guna mengimbangi pertumbuhan armada niaga nasional berbendera Merah Putih yang bertambah sebanyak 3.129 unit.
Padahal lembaga pendidikan kepelautan di Indonesia selama 5 tahun terakhir hanya mampu mencetak 6.500 perwira laut dan 5.000 anak buah kapal atau total 11.500 pelaut sehingga terjadi defisit yang cukup besar.
Sementara itu, Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta siap memasok 1.500 perwira laut setiap tahun setelah memperoleh bantuan peralatan simulasi pelayaran dari Jepang.
Kepala BP3IP Ridwan Setiawan mengatakan dalam 2 tahun terakhir, lembaga yang dipimpinnya mampu mencetak perwira laut sebanyak 1.500 orang.
"Awalnya kami hanya mampu mencetak 500 perwira laut setiap tahun, tetapi dalam 2 tahun terakhir mampu digenjot dua kali lipat," katanya.
BP3IP termasuk salah satu dari enam lembaga pendidikan di bawah Kemenhub yang mendapatkan bantuan pendanaan pengadaan peralatan simulasi pelayaran dari Jepang melalui program Maritime Education Training Improvement (METI).(fh/bisnis.com)
Selasa, 02 Maret 2010
INSA siapkan dana beasiswa jadi pelaut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar