Selasa, 02/03/2010
Ketua Dewan Pengurus Cabang Merak Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Togar Napitupulu mengatakan pada saat normal seperti sekarang, jumlah kapal yang dioperasikan terpaksa dipangkas. Kondisi itu terjadi karena muatan sepi. “Dari 33 kapal yang bertugas melayani lintasan tersebut, hanya 18 unit yang bisa dioperasikan setiap hari karena muatan benar-benar sepi,” katanya kepada Bisnis.com, siang ini.
Tercatat 15 unit kapal setiap hari stop operasi karena menunggu jadwal yang ditetapkan regulator sehingga wajar jika produktivitas kapal penyeberangan di lintasan terpadat di
Ke-15 perusahaan itu antara lain PT Dharma Lautan Utama, PT Jemla Ferry, PT Jembatan Madura, PT Indonesia Ferry ASDP, dan PT Bukit Samudera Perkasa. Menurut Togar, arus kendaraan yang akan menyeberang biasanya meningkat hanya pada saat Lebaran atau hari terakhir pasca libur panjang sekolah.
“Setelah itu, muatan sepi sehingga sebagian kapal terpaksa berhenti operasi,” ujarnya. Di sisi lain, rata-rata load factor atau tingkat isian kapal penyeberangan selama periode Januari—Februari tahun ini berkisar antara 55%--60% untuk muatan kendaraan berbagai ukuran baik pick up maupun truk dan bus besar.(msb/tularji/bisnis.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar