Jumat, 05 Februari 2010

Madura Berpaling ke Rumput Laut

[ Kamis, 04 Februari 2010 ]
PAMEKASAN-Setelah lama mencari formula pengganti tanaman alternatif pengganti tembakau, petani akhirnya lari ke laut. Mereka menjajal pasar rumput laut sebagai varietas baru di saat tembakau tidak lagi menguntungkan. Secara mandiri, petani menggandeng pihak ketiga menuju Shanghai.Pakar kelautan Dr Mahfud menjelaskan hal tersebut kepada rombongan pemkab yang mengunjungi sentra rumput laut di sekitar Pantai Jumiang, Kec Pademawu, kemarin (3/2). Menurut Mahfud, warga sekitar pesisir tidak perlu cemas karena tembakau mulai tidak memberi penghasilan yang layak. Sesuai hasil survei, dia mengatakan tanaman rumput laut cocok dengan kawasan pantai selatan Kabupaten Pamekasan.Menurutnya, suplai rumput laut dari Indonesia menuju Shanghai masih kurang sekitar 70 ribu ton per tahun. Di Pamekasan sendiri, saat ini hanya bisa menghasilkan 50 ton per bulan. Dalam setahun dalam hitungan normal, Pamekasan hanya sanggup memproduksi sekitar 600 ton. Pria asal Pademawu lulusan Australia tersebut menegaskan, rumput laut selama ini digerakkan sendiri oleh masyarakat. Dia sendiri mengaku memanfaatkan jaringan sesama peneliti hingga tembus ke Shanghai. "Potensi ada, pangsa pasarnya juga ada. Nah, pemerintah mau ngambil peran yang mana," terangnya.Dia menandaskan, pemerintah harus mengintegrasikan potensi dalam satu gerakannya. Misalnya, dia menyebut Pademawu memiliki potensi ikan laut, wisata, garam, dan rumput laut. Menurutnya pula, di satu titik pemerintah harus mengintegrasikan empat komponen saja. Mahfud tegas mengatakan, pemerintah tidak bisa mengangkat Jumiang sebagai aset wisata tanpa ikut mengembangkan sentra ikan laut, garam, dan rumput laut yang menjadi sandaran hidup masyarakatnya. "Jika dikelola dengan baik, komponen itu saling melengkapi," paparnya.Bupati Kholilurrahman yang juga turun ke laut meminta dinas perikanan dan kelautan tidak perlu memiliki banyak program. Menurutnya, banyak program umumnya bisa berjalan setengah-setengah dan tidak sukses. Karena itu, Kholil memerintahkan dinas kelautan dan perikanan jeli melihat potensi yang menguntungkan.Dalam kasus rumput laut, katanya, dia meminta jajarannya menyeriusi inovasi petani. Semula, dia menduga rumput laut hanya dijadikan kegiatan ketika nelayan tidak melaut. "Tolong itu (rumput laut) dimaksimalkan," perintahnya kepada Kadis Kelautan dan Perikanan Nurul Widiastuti saat mengunjungi sentra rumput laut di kawasan pesisir Jumiang kemarin. (abe/ed/jawapos.com)

Tidak ada komentar: