MAKASSAR: Pemerintah menargetkan kajian akhir mengenai pembentukan induk perusahaan PT Pelabuhan Indonesia I-IV dan PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) diselesaikan paling lambat akhir Juli 2009.Studi integrasi yang dilakukan tim yang dibentuk oleh pemerintah pada pertengahan bulan lalu telah diteruskan kepada konsultan eksternal yang akan bekerja selama 2,5 bulan. Pemerintah menunjuk PT Danareksa (Persero) selaku konsultan.Sekretaris Tim Bersama Holding BUMN Pelabuhan Mulyono mengatakan jika Danareksa merekomendasikan proyek itu layak, proposal kajian akan langsung diserahkan kepada Menteri Keuangan."Keputusan akhir apakah holding [induk perusahaan] jadi dibentuk atau tidak, dan kapan akan dilakukan, ada di tangan Menteri Keuangan," kata Mulyono pekan ini.Tim Bersama Hoding BUMN Pelabuhan juga telah bertemu dengan Danareksa di Jakarta, pekan ini, guna membicarakan perkembangan terbaru kajian Danareksa yang telah berlangsung sekitar 2 minggu.Studi integrasi itu meliputi kelaikan proyek, struktur organisasi, proyeksi keuangan, potensi bisnis, strategi, dan aspek hukum.Mulyono menuturkan penilaian konsultan eksternal diperlukan untuk memperdalam dan mengkritisi hasil kajian tim bersama yang sudah dipaparkan kepada Menteri Negara BUMN.Menurut dia, tim bersama meyakini pembentukan induk perusahaan positif bagi perkembangan BUMN pelabuhan, bahkan Indonesia berpeluang menjadi pemain penting dalam lalu lintas pelayaran dunia di Asia Tenggara menyaingi Singapura.Lebih kuatDia memaparkan integrasi Pelindo dan Rukindo untuk memperkuat BUMN terkait dari sisi permodalan dan skala usaha. Dengan bergabung di bawah satu atap, satu perusahaan dapat menjaring modal dari perusahaan lain yang memiliki kelebihan. Selain itu, kemampuan menggali sumber dana eksternal bisa lebih besar.Sementara itu, dari segi skala usaha, holding diharapkan mampu merealisasikan Indonesia sebagai pelabuhan berlevel internasional untuk ekspor dan impor. Adapun, induk perusahaan BUMN jasa kepelabuhanan dan pengerukan tersebut diusulkan menggunakan nama Indonesia Port Holding.Saat ini, PT Pelindo I bermarkas di Belawan (Medan), Pelindo II di Tanjung Priok (Jakarta), Pelindo III di Tanjung Perak (Surabaya), dan Pelindo IV di Makassar.Keempat perusahaan itu menggeluti bisnis jasa kepelabuhanan, seperti terminal peti kemas dan penumpang, pemanduan kapal, galangan kapal, serta gudang.Adapun, Rukindo bergerak dalam usaha pengerukan serta reklamasi pelabuhan dan pantai.
Oleh Kwan Men Yon
Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar