JAKARTA (Bisnis.com): Empat perusahaan pelayaran nasional menerima kucuran kredit pengadaan kapal sekitar Rp1,1 triliun dari lembaga keuangan dan perbankan dalam negeri.Keempat perusahaan itu adalah PT Meranti dan PT Putra Jaya Offshore Line yang menerima kucuran kredit dari PT PANN (Persero) sebesar Rp546 miliar, kemudian PT Salam Fasific Offshore mendapatkan kredit dari Bank Danamon US$4,2 juta.Kredit juga dikucurkan kepada PT PSV Indonesia sebesar US$39,72 juta dari OCBC Indonesia untuk pengadaan kapal pendukung kegiatan pengeboran lepas pantai.Penandatangan kredit dilakukan pada Workshop Indonesia Cabotage Advocation Forum (Incafo) dan disaksikan Menperin MS Hidayat, Dirjen Perhubungan Laut Sunaryo dan Ketua Umum Indonesian National Shiponers' Association (INSA) Johnson W. Sutjipto.Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pelaksanaan asas cabotage di Indonesia telah memberikan kesempatan kepada pelaku usaha pelayaran untuk memperbesar penguasaan angkutan laut domestik.Hingga Maret 2010, jumlah armada niaga nasional mencapai 9.309 unit, terjadi penambahan sebanyak 3.268 unit sejak Inpres No. 5/2005 tentang asas cabotage di berlakukan.Dia meminta industri galangan dalam negeri meningkatkan kapasitas perseroan dan penguasaan teknologi supaya pengadaan kapal niaga nasional yang kini 90% dilakukan melalui impor bisa diambilalih.(yn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar