JAKARTA : Pelaku pelayaran menilai investasi di sektor perkapalan masih menarik hingga beberapa tahun ke depan menyusul belum tergarapnya pangsa muatan ke luar negeri yang kini masih dikuasai kapal berbendera asing.Direktur Utama PT Berlian Laju Tanker Tbk Widihardja Tanudjaja mengatakan pelaku usaha nasional hingga akhir 2009 belum mampu memperbesar penguasaan pangsa muatan ke luar negeri hingga di atas 10%.
Menurut dia, pangsa ekspor yang mencapai 500 juta ton per tahun itu lebih banyak dikuasai oleh kapal berbendera asing. “Untuk merebutnya, perlu dukungan pemerintah supaya pelaku pelayaran kembali antusias memperbesar investasi pengadaan kapal,” katanya siang ini.
Dia mengakui harga kapal yang saat ini masih rendah di pasar global menjadi peluang bagi pelayaran nasional untuk memperbanyak armada melalui impor, tetapi regulasi yang memudahkan pelayaran merebut muatan keluar negeri harus disiapkan.
Badan Pusat Statistik (BPS)awal bulan ini melaporkan nilai impor kapal selama 2009 mencapai US$2,7 miliar atau melonjak 94,2% dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya sebesar US$1,39 miliar.
Nilai impor tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pelayaran nasional, dan mewakili 80% dari total nilai impor kapal sejak penerapan asas cabotage dalam 5 tahun terakhir yang mencapai US$3,35 miliar. Besarnya impor kapal itu dipengaruhi oleh perubahan status 808 unit kapal berbendera asing ke bendera Merah Putih milik 301 perusahaan pelayaran nasional.
Pengalihan bendera kapal ini guna memenuhi tenggat pelaksanaan penuh asas cabotage mulai 2011. Faktor lain adalah harga kapal di pasar global hingga awal tahun ini masih lebih murah 17% dibandingkan dengan produksi galangan dalam negeri. Akibatnya, pelaku usaha cenderung membeli kapal melalui impor.
Widi menjelaskan pelayaran nasional akan fokus memperbesar penguasaan pada angkutan ke luar negeri setelah kebijakan asas cabotage selambat-lambatnya 7 Mei 2011 tercapai. “Setelah cabotage, pelayaran akan memperbesar pangsa ke luar negeri.” (msb/tularji/bisnis.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar