Senin, 11 Januari 2010

Pelindo II bangun depo peti kemas di Kalbar

JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II segera membangun pusat distribusi atau depo peti kemas di Kalimantan Barat guna mencegah kongesti di Pelabuhan Pontianak yang selama ini sulit diatasi.

Pusat distribusi itu akan dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare di Nipah Kuning, sekitar 5 km dari Pelabuhan Pontianak dengan kapasitas tampung peti kemas sedikitnya 10.000 TEUs.

General Manager Pelindo II Cabang Pelabuhan Pontianak Solihin mengatakan kawasan distribusi dan depo peti kemas terbesar di Kalbar itu akan dijadikan sebagai penyangga lapangan penumpukan peti kemas di Pelabuhan Pontianak.

Pusat distribusi itu diharapkan mampu mencegah kongesti yang selama ini sulit diatasi karena peti kemas tidak bisa diangkut ke luar areal pelabuhan. "Pembangunan kawasan tersebut sudah mendapat lampu hijau dari Pemprov Kalbar," katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Menurut Solihin, kawasan itu diharapkan sudah dapat digunakan pada triwulan kedua tahun ini untuk menampung peti kemas kosong dari Pelabuhan Pontianak, sehingga kapal di pelabuhan itu dapat dilayani lebih cepat.

Selain itu, lanjutnya, depo itu dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di dalam Kota Pontianak karena pemindahan peti kemas dari pelabuhan ke Nipah Kuning akan dilakukan pada malam hari.

"Nanti kendaraan angkutan barang yang selama ini beroperasi dan parkir di pusat kota dengan sendirinya akan pindah ke Nipah Kuning, sehingga kepadatan arus lalu lintas dalam kota bisa berkurang," ujarnya.

Solihin mengakui lapangan penumpukan di pelabuhan itu masih padat, meski arus peti kemas tidak sebanyak ketika menjelang Lebaran, Natal, dan tahun baru.

Saat ini, tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) di terminal peti kemas Pontianak mencapai 85% dan mulai mengganggu kelancaran bongkar muat peti kemas dari dan ke kapal.

Kinerja Pelindo III

Sementara itu, Pelindo III membukukan pendapatan Rp965,59 miliar atau 98% dari target yang dipatok pada 2009 sebesar Rp984,99 miliar, sebagai dampak krisis keuangan global.

"Target 2009 memang tidak sepenuhnya tercapai, pendapatan hanya mencapai 98% dari target Rp984,99 miliar atau Rp965,59 miliar. Kondisi ini sebagai dampak krisis keuangan global," kata Dirut Pelindo III Surjanto belum lama ini.

Meski demikian, lanjutnya, pendapatan 2009 tetap tumbuh 13% dibandingkan dengan pencapaian pada 2008.

Khusus untuk target 2010, dia mematok target yang realistis mengingat krisis keuangan global belum sepenuhnya pulih.

"Pelindo III optimistis pendapatan tumbuh 8% pada 2010 mencapai Rp1,04 triliun. Kondisi ini dipacu oleh pengembangan semua potensi, termasuk harapan atas dampak positif dari ACFTA [Asean-China Free Trade Area] yang dimulai awal tahun ini," ujarnya. (k21/k47)

BISNIS INDONESIA

Tidak ada komentar: