JAKARTA: Perusahaan pelayaran nasional dan awak kapal berkewarganegaraan Indonesia diminta menghindari perairan di sekitar Somalia, dan perairan internasional di Samudera Hindia yang dekat dengan negara itu.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri menyusul pembajakan terhadap kapal Pramoni berbendera Singapura milik warga negara Norwegia yang di dalamnya terdapat 17 awak berkewarganegaraan Indonesia.
"Itu imbauan kepada pelayaran karena perairan Somalia saat ini masih belum aman sehingga sedapat mungkin agar dihindari dulu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada Bisnis, kemarin.
Dia menjelaskan imbauan itu untuk melindungi WNI di luar negeri, dan ditujukan kepada semua pihak, khususnya para awak kapal, pemilik kapal, pejabat syahbandar, perusahaan/agen pengawakan dan perusahaan asuransi.
Mereka diminta melakukan langkah-langkah antisipatif guna menghindari atau mencegah risiko pembajakan kapal dan kerugian. "Kasus pembajakan kapal di perairan Somalia dan sekitarnya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda."
Sebelumnya, 17 pelaut berkewarganegaraan Indonesia menjadi korban pembajakan kapal di laut Somalia. Pelaut-pelaut tersebut mengawaki kapal bernama Pramoni milik warga negara Norwegia.
Selama periode 2006-2009, Kemenlu mencatat sembilan kali pembajakan kapal dari berbagai negara yang di dalamnya terdapat awak kapal berkewarganegaraan Indonesia di perairan Somalia dan sekitarnya.
Menurut Deplu, selama kurun itu, sudah 74 awak kapal Indonesia yang menjadi korban pembajakan di perairan Somalia. "Selama ini awak kita selamat semua. Kami harapkan sekarang juga demikian."
Ketua Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Johnson W. Sutjipto menyatakan keprihatinan atas kasus pembajakan kapal yang juga diawaki WNI.
Menurut dia, pelayaran berharap proses pembebasan seluruh kru kapal dari Indonesia tersebut segera diselesaikan. "Kami mendesak pemerintah membantu pembebasan awak kapal dari Indonesia itu."
Faizahsyah menegaskan hingga saat ini pihaknya terus mengumpulkan informasi dan berkomunikasi dengan pemilik kapal supaya proses pembebasan terhadap para kru dari Indonesia segera selesai.
Oleh Tularji
Bisnis Indonesia
Senin, 11 Januari 2010
Pelayaran nasional diminta hindari perairan Somalia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar