Senin, 16 November 2009

Insentif industri hulu disiapkan

SINGAPURA: Pemerintah tengah menyiapkan insentif bagi industri pemasok bahan baku bagi industri pengolahan di dalam negeri. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan industri hilir nasional.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan paket insentif itu diperlukan untuk memberi daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan modal di industri pengolahan.

"Kita kan sudah sepakat mengurangi ekspor bahan baku dengan memperkuat industri pengolahan. Jadi, insentif itu sangat dibutuhkan," katanya menjawab Bisnis, akhir pekan lalu.

Menurut Hidayat, sejumlah pemimpin perusahaan yang hadir dalam acara CEO Summit 2009 di Singapura yang diadakan dalam rangkaian kegiatan APEC, menanyakan banyak hal terkait dengan kebijakan investasi di Tanah Air. Mereka juga menanyakan sektor-sektor yang diprioritaskan pemerintah.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa berpendapat pemerintah harus berani dan tegas mengenakan disinsentif bagi industri yang masih mengekspor bahan baku seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO), nafta dan kondensat (bahan baku petrokimia), kakao, nikel, emas, dan tembaga.

"Seharusnya langsung saja dikeluarkan larangan ekspor bahan mentah. Kalau melanggar, eksportir produsen bahan baku langsung dikenakan sanksi," katanya. (Yusuf Waluyo /Bisnis Indonesia).




Tidak ada komentar: