JAKARTA: Lima perusahaan pelayaran nasional diperkirakan bersaing ketat dalam memperebutkan proyek pengadaan lima unit kapal jenis floating storage and offloading (FSO) dan floating production storage and offloading (FPSO) pada 2010.
Sumber Bisnis di perusahaan pelayaran menyebutkan lima perusahaan nasional yang bersaing itu yakni PT Berlian Laju Tanker, PT Trada Maritim, PT Apexindo Pratama, PT Armada Pelayaran Nasional Indonesia (Arpeni), dan PT Era Indoasia Fortune.
Dari lima perusahaan itu, PT Berlian Laju Tanker, PT Trada Maritim, PT Apexindo Pratama, dan PT Arpeni tercatat sebagai penyedia jasa layanan kapal lepas pantai (off shore) lama dan bermodal besar, sedangkan PT Era Indoasia Fortune merupakan pemain baru.
Dia menyebutkan pada tahun depan akan dibuka sedikitnya lima tender pengadaan FSO dan FPSO dari Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dan mitranya yang sebagian untuk menggantikan kapal berbendera asing.
"Pada tahun ini tender FSO dan FPSO tidak ada yang dibuka, tetapi tahun depan saya dengar bakal dibuka dengan jumlah lima unit. Oleh karena itu, kelima perusahaan itu sedang bersiap untuk merebutnya," katanya, akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan kontrak FSO dan FPSO yang disewa oleh sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) itu segera berakhir pada tahun depan, yakni antara April dan November.
Ketua Bidang Angkutan Cair DPP Indonesia National Shipowners' Association (INSA) Widihardja Tanudjaja ketika dikonfirmasi mengakui telah mendengar rencana tender pengadan FSO dan FPSO yang akan digelar pada tahun depan.
Dia menjelaskan sejumlah perusahaan pelayaran nasional tengah bersiap mengikuti tender tersebut.
"Saya dengar tahun depan akan dibuka tender FSO dan FPSO. Memang akan ditender lima armada dan pelayaran nasional siap merebutnya," katanya kepada Bisnis.
Widihardja yang juga Direktur Utama PT Berlian Laju Tanker mengatakan perseroannya juga tengah bersiap untuk bersaing dalam tender itu. "Dengan tender itu, upaya memenuhi asas cabotage di sektor angkutan off shore bakal tercapai," ujarnya.
Direktur Utama PT Era Indoasia Fortune Paulis A. Djohan juga mengakui telah mendengar soal tender pengadaan FSO dan FPSO tahun depan. "Jumlah pastinya saya belum tahu, bisa tiga atau lima unit," katanya.
PT Era Indoasia Fortune sebelumnya memperoleh komitmen pembiayaan dari sindikasi sejumlah Bank BUMN untuk pengadaan dua unit kapal FSO sebesar Rp2 triliun. Armada itu mulai datang ke perairan Indonesia pada tahun depan.
Kontrak berakhir
Paulis memperkirakan tender itu dilakukan setelah kontrak operator sejumlah FSO dan FPSO berakhir pada 2010. "Sebagian juga kemungkinan [tender] pengadaan kapal setelah kontraknya berakhir pada 2009," katanya.
Data Dephub menyebutkan jumlah armada FSO dan FPSO yang kontraknya berakhir pada 2010 sebanyak enam unit. Keenam kapal itu yakni FSO Cinta Natomas, FSO Ladinda, FSO Raisis, FSO Madura Jaya, FPSO Gas Concord, dan LPG Petro Star.
BP Migas sebelumnya telah memberikan rambu-rambu kepada KKKS terkait dengan implementasi asas cabotage (komoditas domestik wajib diangkut oleh kapal berbendera Indonesia) di sektor angkutan lepas pantai.
Hingga Juli 2009, jumlah kapal yang beroperasi untuk semua kegiatan hulu migas di Indonesia sebanyak 613 unit dengan 541 di antaranya telah menggunakan bendera Merah Putih dan sisanya masih berbendera asing.
INSA mencatat nilai sewa kapal asing selama setahun mencapai US$1,25 miliar, sedangkan total kebutuhan investasi untuk menggantikan armada berbendera asing di off shore mencapai US$3 miliar-US$4 miliar. ( Tularji Bisnis Indonesia).
Senin, 16 November 2009
5 Kapal lepas pantai ditender 2010 Pelayaran nasional bersaing merebut proyek
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar