JAKARTA: BPH Migas berencana mengurangi 10% kuota BBM bersubsidi untuk PT Kereta Api (KA) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mulai tahun depan, guna menekan tingkat konsumsi solar yang ditanggung oleh pemerintah.Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan operasional dari kedua BUMN itu bersifat komersial sehingga selalu memperoleh keuntungan."Kalau sudah untung masa harus disubsidi lagi? Jadi, kami akan mengurangi jatah subsidi itu, seperti untuk kereta kelas bisnis dan eksekutif," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, kemarin.Menurut dia, rencana pemangkasan kuota BBM bersubsidi itu sudah dibahas bersama Departemen Keuangan."Detail konsumsi untuk transportasi saya tidak ingat, tetapi pasti akan kami cut 10%. Selebihnya mereka bisa membayar secara komersial."Sementara itu, Menhub Jusman Syafii Djamal menyatakan menolak usulan BPH Migas untuk mengurangi kuota BBM bersubsidi bagi PT KA."Tidak bisa [pengurangan BBM bersubsidi] karena kereta api adalah angkutan massal, dan salah satu tujuan kita bernegara adalah menyelenggarakan angkutan massal," tegasnya.Oleh karena itu, Menhub meminta usulan itu dikaji ulang dengan mempertimbangkan dampak negatif yang akan timbul apabila jatah BBM bersubsidi tetap dipangkas. (12/22)Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar