Rabu, 27 Mei 2009

Menhub soroti pemandu kapal di Tanjung Perak

JAKARTA: Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mempertanyakan tugas pemandu kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menyusul kasus tabrakan KM Tanto Niaga dengan KM Mitra Ocean pada pekan lalu.Menurut Menhub, jika pemandu kapal bisa menjalankan tugasnya dengan baik, kecelakaan itu tidak perlu terjadi. Pasalnya, KM Mitra Ocean sebenarnya sedang melakukan lego jangkar, tetapi justru ditabrak oleh KM Tanto Niaga."Mengapa dia [KM Tanto Niaga] bisa masuk tanpa dipandu? Kan wajib kalau kapal masuk pelabuhan harus dipandu. Kalau dipandu, tidak mungkin terjadi tabrakan," ujarnya pekan ini.Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Kholik Kirom mengakui pemandu kapal tidak berada di tempat saat KM Tanto Niaga masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak."Pemandu dan KM Tanto Niaga sama-sama salah. Pemandu memang tidak ada di tempat, tetapi seharusnya kalau tidak ada pemandu, KM Tanto Niaga harus menahan untuk tidak masuk. Jadi kapal itu [KM Tanto Niaga] masuk secara ilegal," tegasnya.Dia memaparkan saat ini pemandu kapal yang berjumlah 20-21 orang dalam satu shift sedang disidik dan kemungkinan akan diberi sanksi karena tidak berada di tempat.Akibat tabrakan dua kapal kargo di sekitar Tanjung Perak, sebanyak 138 boks peti kemas yang diangkut oleh KM Tanto Niaga tercebur ke laut, karena kapal itu dalam posisi miring.Kholik mengungkapkan hingga kemarin sudah 82 peti kemas yang diangkat dari laut, sedangkan sisanya belum diketahui keberadaannya.Juru Bicara Komite Nasional Keselamatan Transportasi J.A. Barata menambahkan pihaknya sudah mengirim tim yang terdiri dari lima orang dan dikepalai oleh Hermanu Karmoyono untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan kapal itu. (22)Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar: