JAKARTA: Permintaan penggunaan mata uang rupiah dalam kegiatan transaksi pembayaran jasa kepelabuhanan di Indonesia terus bergulir seiring dengan fluktuasi dolar AS.Ketua Umum Ikatan Eksportir Importir Indonesia (IEI) Amelia Achyar mengatakan transaksi jasa kepelabuhanan yang selama ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) seharusnya menggunakan mata uang dalam rupiah."Pelayanan jasa di Pelabuhan Singapura menggunakan mata uang dolar negara itu dan di Malaysia juga menggunakan ringgit. Mestinya transaksi jasa kepelabuhanan di Indonesia juga menggunakan mata uang rupiah," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.Dia mengungkapkan dengan fluktuasi dolar AS saat ini, kalangan eksportir dan importir di dalam negeri sulit memprediksikan biaya-biaya yang akan muncul dalam kegiatan jasa kepelabuhanan di Indonesia, bahkan sering berubah-ubah setiap hari.Selain itu, paparnya, pemilik barang juga sering kesulitan memperoleh mata uang dolar AS dalam jumlah tertentu sehingga menghambat proses transaksi.Amelia mengatakan jenis transaksi jasa kepelabuhanan yang masih menggunakan mata uang dolar AS di antaranya biaya pelayanan peti kemas berupa terminal handling charge (THC) dan container handling charge (CHC), biaya agen dan dokumen untuk kegiatan impor, serta pemberitahuan umum untuk mengubah status barang impor."Kami berharap biaya-biaya itu dapat dialihkan menggunakan mata uang rupiah agar kinerja eksportir dan importir nasional bisa kembali terdongkrak. Kami menganggap hal itu hanya bergantung pada soal kemauan dari pemerintah dan operator pelabuhan di Indonesia."TerbebaniDirektur PT Pelayaran Nasional Tresnamuda Sejati Lengkong M.J. mengatakan operator pelayaran nasional sudah lama menginginkan pengelola pelabuhan di Indonesia tidak memberlakukan tarif dalam dolar AS atas kegiatan sandar kapal dan bongkar muat kargo bagi kapal berbendera Indonesia yang melayani angkutan pengumpan atau feeder."Pelayaran nasional tidak mungkin bisa berkembang sebagaimana yang diamanatkan dalam Inpres 5/2005 jika masih harus dibebani dengan tarif dalam dolar AS di pelabuhan Indonesia," tegasnya. (k1)Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar