Rabu, 21 Desember 2016

Otoritas Pelabuhan Priok Terus Sosialisasi Inaportnet

Foto Bersama Kepala OP 
Pelabuhan Utama Tanjung Priok
  (tengah) Dengan Insan Pers Priok
Jakarta, WARTA INDONESIA-Guna meningkatkan mutu pelayanan secara on line di pelabuhan Tanjung Priok, belum lama ini Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok telah melakukan sosialisasi pelayanan kepada para pengguna jasa pelabuhan dan instansi terkait yaitu penerapan Inaportnet dipelabuhan Tanjung Priok.
System yang berbasis IT (Informasi Teknologi) akan membuat pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan yang modern dan akan mempermudah stakeholder untuk melakukan kegiatannya di pelabuhan Tanjung Priok.
Diharapkan penerapan IT inaportnet tersebut, semua instansi terkait dan pengguna jasa di pelabuhan mendukung, demi membantu berjalannya pemerintahan di pelabuhan menjadi lebih baik. Demikian diungkapkan I Nyoman Gede Saputra Kepala Otoritas Utama Pelabuhan Tanjung Priok saat temu wartawan pelabuhan di Hotel Whizz Kelapa Gading Jakarta Utara (19/12/2016).
Pada kesempatan itu I Nyoman Gede Saputra menjelaskan pemerintah saat ini sangat intens menyoroti lamanya bongkar muat petikemas impor dalam pelabuhan (dwelling time), selain itu juga pemerintah kini juga memperhatikan lamanya pelayanan untuk penyandaran kapal dipelabuhan (waiting time) dan lamanya bongkar muat (berthing time). “ Dimana waiting time dan berthing time itu juga mempengaruhi mahal atau tidaknya biaya logistik  secara nasional nasional,” katanya.
Menurut dia, keterlambatan operasional pada Divisi Pandu saat memberikan pelayanan untuk menyandarkan kapal dan lamanya bongkar muat barang, hal ini akan berdampak terhadap mahalnya biaya logistik. Akibat keterlambatan tersebut misalnya bisa berdampak pada importir harus membayar demorage kontainer (denda keteterlambatan pengembalian petikemas) dan demorage penggunaan kapal carter yang pada akhirnya menjadikan biaya logistik cukup mahal.
I Nyoman mengatakan untuk mempersingkat waiting time, sekarang telah dibahas usulan pihak pelayaran agar di Pelabuhan Tanjung Priok dibangun dua tempat pemannduan yaitu di sebelah barat dan timur. Saat ini Dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 2,91 hari.
Semua stakeholder di Pelabuhan Tanjung Priok terus berupaya menurunkan dwelling time,  salah satu contoh Kantor Karantina Pertanian Tanjung Priok telah melakukan upaya menekan  dwelling time  di pelabuhan Tanjung Priok yaitu pihak Karantina telah melakukan kerjasama dengan negara asal. Karantina langsung mengirimkan petugasnya untuk melakukan pemeriksaan di pelabuhan pemuatan.
Misalnya Indonesia impor kedelai dari Argentina, petugas karantina telah dikirim ke pelabuhan pemuatan di Argentina untuk melakukan pemeriksaan sebelum dikirim ke Indonesia. Hal ini, merupakan salah satu upaya mempercepat pelayanan di pelabuhan untuk menekan dwelling time.
“Untuk menurunkan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok tidak semudah menurunkan dwelling time di Makassar karena masalah dan aktivitasnya sangat berbeda dengan pelabuhan lain, baik itu jumlah kapal yang dilayani. Upaya perbaikan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok  sudah maksimal,“ jelasnya. (Oddy/WI Media).

Tidak ada komentar: