Selasa, 18 Oktober 2016

138 Putra Marunda dapat Diklat Pelaut Gratis dari STIP Kemenhub


JAKARTA (wartaindonesiaraya.com) – Pemerintah Jakarta Utara melalui Camat Cilincing Purnomo menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang sebesar-sebesarnya kepada pihak Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaan (STIP) Jakarta. Sebanyak 138 putra daerah khususnya kelurahan Marunda, Jakarta Utara dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) calon pelaut gratis.
“Program CSR (corporate social responsibility) STIP Jakarta memberikan diklat gratis dan sangat bermanfaat bagi daerah. Sedikitnya 138 pemuda-pemudi Marunda mengikuti diklat calon pelaut dan kelak menjadi SDM pelaut yang profesional,” kata Purnomo saat memberikan sambutan pada Pembukaan Diklat Calon Pelaut di STIP Jakarta, Senin (17/10/2016).
Dengan berbekal pengalaman dan ketrampilan praktis sebagai pelaut, menurut dia, nanti putra Jakarta Utara bisa langsung bekerja di atas kapal sebagai pelaut. “Laut adalah sumber penghidupan yang sangat menjanjikan bagi kita bangsa Indonesia. Saya berharap, nanti akan muncul orang kaya baru (OKB) dalam jumlah besar, termasuk para peserta diklat di STIP Jakarta ini,” harap Purnomo.
Dikatakan, banyak orang kaya raya dari hasil budi daya dan pengelolaan kekayaan laut di Indoensia. Sekitar 2/3 wilayah Indonesia adalah laut. “Kita ini bangsa maritim yang besar dan lautan kita sangat menjanjikan secara ekonomi. Ke depan dibutuhkan SDM unggul, yaitu sosok pelaut-pelaut yang andal dan mampu memberdayakan potensi di sekitarnya,” tukas Purnomo, di dampingi Ny. Hilda, Lurah Marunda, Jakarta Utara itu.
Dia berpesan kepada seluruh peserta diklat khususnya warga Marunda, Jakarta Utara untuk memanfaatkan seluruh ilmu dan ketrampilan yang diberikan selama diklat di STIP ini. “Ini kesempatan emas bagi kalian untuk mengukir dan merencanakan masa depan yang cerah. Serap seluruh ilmu dan aplikasikan dalam dunia kerja nanti,” sebut Purnomo.
“Jika semua itu bisa dilakukan, kita optimis masyarakat Marunda akan sukses dan hidupnya makin sejahtera dengan menjadi pelaut,” papar pejabat Pemkot Jakarta Utara itu.
Mengikuti diklat gratis di STIP merupakan kesempatan yang sangat langka. Diklat itu diberikan kepada putra daerah, khususnya warga Marunda yang dekat dengan kampus STIP. “Jangan disia-siakan kesempatan ini. Sebaliknya, kalian harus menjadi pelopor kemajuan dan ikut memberdayakan warga sekitarnya,” tukas Purnomo.
“Negara melalui STIP Jakarta sudah memfasilitasi pelayanan diklat calon pelaut dengan gratis. Sudah sepantasnya seluruh peserta yang hadir memeanfaatkan kesemapatan ini dengan baik sekaligus mampu merubah nasib dan kesejahteraannya di masa mendatang,” pungkas Purnomo. (Adtya). 


Sabtu, 08 Oktober 2016

OPINI : Perusahaan BUMN Bank dan Pelindo II/NPCT1 Harus Peduli Pelamar Kerja SMK Akuntansi (Tulisan 1)

JAKARTA-Perusahaan berbadan hukum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk semua sektor sudah semestinya peduli dengan pencari kerja (pelamar kerja) terutama dari kalangan SMK (fresh graduate), misalnya jurusan akuntansi.
Terlebih kepada lulusan SMK yang telah melengkapi seluruh persyaratan lemaran kerja standar, Ijazah dengan nilai cukup baukm Surat Keterangan Hasil Ujian, SKCK, Kartu Pencari Kerja, Kartu Kesehatan, NPWP Pribadi, sejumlah sertifikat kompetensi  dan lainnya.
Adanya persyaratan lengkap itu, membuktikan adanya keinginan kuat untuk bekerja memberikan karya bagia perusahaan BUMN yang dilamarnya.
Misalnya BUMN Perbankan (Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah), kemudian BUMN Pelabuhan (PT Pelindo II (Persero) dengan segenap anak perusahaannya sudah semestinya memberikan perhatian sekaligus kesempatan bagi pelamar SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) untuk menjadi pegawai atau karyawan.
Mereka yang datang tanpa koneksi orang dalam perusahaan, wajib mendapat perhatian dari HRD Perusahaan BUMN (Pelabuhan atau Perbankan), mereka memiliki jiwa besar untuk nantinya memiliki dedikasi tinggi serta loyalitas untuk perusahaan yang dilamrnya. 
Dengan kata lain, pelamar SMK ke BUMN Pelindo II atau anak perusahaannya yang baru seperti NPCT 1 wajib diberikan perhatian atau jawaban dari  pekerjaan yang dilamarnya.
Jangan sampai tidak ada jawaban, apalagi sampai diabaikan surat lamarannya (masuk tong sampah), maka prilaku HRD atau staf perusahaan BUMN yang demikian tidak layak menduduki posisi atau divisi HRD.
Sudah semestinya Negara (Kementerian BUMN-red) selaku wakil Negara untuk memecat HRD BUMN yang nyata dan terbukti tak punya hati. (* WI-Media 001 Jakarta).       

Selasa, 04 Oktober 2016

Panglima TNI : Waspadai Agar Tidak Menjadi Ancaman Terhadap Negara

WARTA INDONESIA RAYA.COM / WI MEDIA (Jakarta 5/10),- Bung Karno menyampaikan suatu saat nanti negara lain akan iri dengan kekayaan sumber daya alam kita, secara kebetulan pada saat presiden yang sekarang ini dilantik juga menyampaikan bahwa kaya akan sumber daya alam bisa menjadi petaka.
Sehingga dua Presiden itu sama, berarti kekhawatiran ini sebagai warning. Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada awak media usai upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat 13 Perwira Tinggi TNI, bertempat di Kantor Panglima TNI, Jl. Merdeka Barat No. 2, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2016). 
Panglima TNI menjelaskan bahwa, kekhawatiran itu didasari oleh eskalasi konflik Global dan Regional beserta pola yang dianutnya, sehingga perlu diwaspadai agar tidak menjadi sebuah potensi ancaman terhadap negara Indonesia.  
"Iran, Libya, Suriah mengalami perselisihan antar agama dan teroris, perselisihan dalam negeri mereka menjadikan negara lain masuk dan mengacaukan negaranya. Kita lihat Suriah, negara kaya akan sumber minyak, kondisi seperti ini yang saya jelaskan sehingga saya juga khawatir," ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.  
Lebih lanjut Panglima TNI mengulas bagaimana potensi dan upaya-upaya pelemahan terhadap bangsa Indonesia yang terus mengalir melalui Narkoba dan aksi terorisme serta secara nyata dan masif mempengaruhi sendi kehidupan.  
"Dua persen masyarakat kita terkena Narkoba, China dulu mempunyai kekuatan bersenjata kuat sekali, tetapi dengan perang candu mereka kalah. Banyak warga negara Indonesia berada di Suriah, bahkan anak-anak didoktrin melalui dalil yang menyesatkan, selanjutnya mereka kembali ke negara Indonesia untuk melakukan kegiatan teror, tidak menutup kemungkinan hal itu bisa melemahkan bangsa Indonesia," tutur Panglima TNI.  
Menyikapi sudut pandang dalam melihat suatu pernyataan di media yang disampaikan pak TB Hasanuddin selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI, menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo harus disimak secara utuh dan positif sehingga menghasilkan kesimpulan yang objektif dan bernilai guna. "Bahasa media mempengaruhi orang, begitu melihat majalah maka tertarik ingin membaca, mungkin beliau hanya melihat judulnya saja," ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.  
Panglima TNI kembali mengingatkan tentang arti persatuan, baik kepada seluruh rakyat Indonesia maupun Lembaga Negara dalam konteks meningkatkan kewaspadaan masyarakat melalui upaya yang kongkrit dan nyata.    
"Saya pikir, apa yang saya sampaikan ini wajar, saya minta BIN lebih melihat ini dan menyampaikan kepada publik agar publik waspada. Ini saya lakukan agar masyarakat benar-benar sadar terhadap bahaya ancaman dan waspada," ucap Panglima TNI. 
Terkait latihan militer yang dilakukan TNI dengan Angkatan Bersenjata negara lain, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa latihan tersebut telah diprogramkan melalui pembicaraan kedua negara dan perjanjian antara Menteri Pertahanan. "Jadi latihan ini sudah diprogramkan, tahun depan ada latihan dua dan tiga tahun sekali dengan Amerika juga India, jadi jangan dikonotasikan karena proses genting, itu memang program yang sudah terencana," katanya.  
Panglima TNI mengatakan bahwa kebijakan pemerintah Indonesia untuk Laut China Selatan dalam rangka mewujudkan situasi yang kondusif serta menciptakan stabilitas keamanan bersama. 
"Pertama, pemerintah Indonesia sekuat tenaga berusaha agar di Laut China Selatan peace and stability, kemudian menghimbau kepada semua pihak untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan instabilitas, oleh karenanya TNI tidak akan melaksanakan latihan dengan negara manapun dilaut China selatan," imbuh Panglima TNI 
Sementara itu, menurut Jenderal TNI Gatot Nutmanyo, TNI bersama pihak terkait selalu melakukan langkah yang terbaik dalam upaya pembebasan dua WNI yang di sandera kelompok Abu Sayyaf dan mengharapkan dukungan dari seluruh bangsa Indonesia.  
"Dua orang yang disandera ini, saya mohon doanya dan mudah-mudahan dalam minggu ini ada berita gembira, semua berusaha lewat diplomasi total, siapa tahu besok atau lusa menjadi hadiah untuk TNI," pungkas Jenderal TNI Gatot Nutmanyo. (Risyaji/WI Media/Puspen TNI).