Rabu, 22 September 2010

1.248 Buruh Sunda Kelapa Terima THR

3 September 2010
Jakarta,Kompasiana.com- Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTKBM) Pelabuhan Sunda Kelapa selalu ingin meningkatkan kesejahteraan para buruh yang bekerja di pelabuhan peninggalan VOC tersebut, termasuk untuk kebutuhan menghadapi Hari Raya.Idul Fitri 1431 H. Tiap tahun diusahakan agar THR buruh mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk Lebaran tahun 2010 buruh bongkar muat barang menerima THR lebih besar dibandingkan dengan Lebaran sebelumnya. Rata-rata Rp 275 ribu/orang, mengalami kenaikan Rp 75 ribu dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp 200 ribu/orang,” ungkap Ketua KTKBM Sunda Kelapa, Ahmad Yudin Sopian, kemarin..

Sedikitnya 1.248 buruh bongkar muat barang di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara, beberapa hari lalu telah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) senilai Rp 275 ribu/orang ditambah dengan kebutuhan pokok lainnya. Sedangkan untuk mandor (koordinator) lapangan naik menjadi Rp 150 ribu/orang.

Untuk memenuhi kebutuhan Hari raya Idul Fitri 1431 H pihak KTKBM Sunda Kelapa selalu mengutamakan kepentingan buruh, meskipun jumlah barang yang bongkar muat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.Pengurus Koperasi TKBM Sunda kelapa selalu mengutamakan para buruh dan keluarga untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, jelas Yudin

Tidak hanya kesejahteraan buruh menghadapi Lebaran, namun upah buruh bongkat muat barang juga diperjuangkan agar sesusai dengan kebutuhan fisik minimum.Mulai 1 Maret lalu buruh boleh bernafas lega karena upah naik sekitar 9% dari Rp 8.200/ton/M3 menjadi Rp 9.000/ton/M3 untuk pekerjaan muat barang,sedangkan untuk bongkar dari Rp 7.300/ton/M3 menjadi Rp 8.000/ton/M3.

Itu untuk kegiatan bongkar muat barang dari Kapal Motor lokal yang dibawah payung Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Sunda Kelapa. Sedangkan untuk upah buruh bongkar muat dari perusahaan Pelayaran Rakyat (Pelra) dibawah payung DPC Pelra Sunda Kelapa sampai saat belum ada kenaikan. Padahal,untuk bongkar muat barang lebih banyak menggunakan tenaga manusia, bukan mekanik.

“Saya sudah berkirim surat kepada Ketua DPC Pelra Cabang Sunda Kelapa agar memperhatikan nasib buruh dengan menaikan upah bongkar muat barang yang sudah beberapa tahun belum dinaikan,” tukas Yudin.***

Tidak ada komentar: