Rabu, 05/05/2010 16:19:14 WIB JAKARTA (Bisnis.com): Pelaku usaha pelayaran menilai pemerintah perlu mempercepat penyiapan pelabuhan pengganti Tanjung Priok dalam rangka mengantisipasi perkembangan arus barang domestik dan keluar negeri.
Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan kegiatan perdagangan di dalam negeri maupun luar negeri dengan menggunakan moda transportasi laut terus meningkat.
Oleh karena itu, lanjutnya, Indonesia memerlukan pelabuhan besar dalam rangka memanfaatkan momentum pertumbuhan perdagangan internasional itu.
“Indonesia butuh pelabuhan baru untuk mengantisipasi pertumbuhan perdagangan hingga 100 tahun ke depan,” katanya, sore ini.
Menurut dia, pelabuhan Tanjung Priok diperkirakan akan mampu menampung arus barang hingga 2015 dengan asumsi pertumbuhan angkutan dalam negeri yang mencapai 16% dan ekspor dan impor sekitar 5%--6%.
Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II segera membangun megaproyek pelabuhan pengumpul (hub port) baru di Kerawang Jawa Barat berkapasitas 10 juta TEUs sebagai pengganti Pelabuhan Tanjung Priok lima tahun mendatang.
Pada tahap awal, perseroan BUMN itu diketahui menyiapkan dana sebesar Rp6 triliun guna membangun sampai mengoperasikan pelabuhan tersebut dalam lima tahun sampai 10 tahun mendatang.
Direktur Utama Pelindo II Richard Jose Lino mengatakan rencana itu secara otomatis membatalkan program pengembangan Pelabuhan Bojonegara Banten sebagai pelabuhan kontainer pengganti Tanjung Priok.
"Saya akan bangun di Kerawang, Jawa Barat. Konsepnya bangun pelabuhan yang besar dengan lahan 10.000 ha. Pelabuhan itu harus memiliki life time minimal 100 tahun. Itu minimal," katanya. (fh)
Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan kegiatan perdagangan di dalam negeri maupun luar negeri dengan menggunakan moda transportasi laut terus meningkat.
Oleh karena itu, lanjutnya, Indonesia memerlukan pelabuhan besar dalam rangka memanfaatkan momentum pertumbuhan perdagangan internasional itu.
“Indonesia butuh pelabuhan baru untuk mengantisipasi pertumbuhan perdagangan hingga 100 tahun ke depan,” katanya, sore ini.
Menurut dia, pelabuhan Tanjung Priok diperkirakan akan mampu menampung arus barang hingga 2015 dengan asumsi pertumbuhan angkutan dalam negeri yang mencapai 16% dan ekspor dan impor sekitar 5%--6%.
Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II segera membangun megaproyek pelabuhan pengumpul (hub port) baru di Kerawang Jawa Barat berkapasitas 10 juta TEUs sebagai pengganti Pelabuhan Tanjung Priok lima tahun mendatang.
Pada tahap awal, perseroan BUMN itu diketahui menyiapkan dana sebesar Rp6 triliun guna membangun sampai mengoperasikan pelabuhan tersebut dalam lima tahun sampai 10 tahun mendatang.
Direktur Utama Pelindo II Richard Jose Lino mengatakan rencana itu secara otomatis membatalkan program pengembangan Pelabuhan Bojonegara Banten sebagai pelabuhan kontainer pengganti Tanjung Priok.
"Saya akan bangun di Kerawang, Jawa Barat. Konsepnya bangun pelabuhan yang besar dengan lahan 10.000 ha. Pelabuhan itu harus memiliki life time minimal 100 tahun. Itu minimal," katanya. (fh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar