Senin, 12 April 2010

Pembiayaan pengadaan kapal masih menjanjikan

Minggu, 11/04/2010
JAKARTA : Pembiayaan pengadaan kapal jenis handymax belum terpengaruh oleh kecenderungan kenaikan harga kapal di pasar global setelah China menaikkan permintaan pengiriman komoditas bijih besi dan batu bara.

Dirut PT PANN Multifinance (Persero) Ibnu Wibowo mengatakan persero masih tetap fokus pada pembiayaan kapal jenis ini karena permintaan pengiriman batu bara di pasar internasional maupun dalam negeri terus tumbuh.

Selain kapal handymax, pembiayaan di sektor pengadaan kapal minyak dan gas serta pendukung lepas pantai (off shore) juga digenjot.

“Kami ingin memperbesar portpolio pembiayaan kapal curah,” katanya kepada Bisnis.com, pekan lalu.

Akhir Maret lalu, PANN telah mengucurkan pembiayaan untuk pengadaan dua unit kapal curah berbendera Merah Putih sebesar US$35 juta. Selain itu, sejumlah proposal permintaan pembiayaan pengadaan kapal handymax sedang dipelajari.

Dua kapal curah milik PT Meranti tersebut nantinya akan difokuskan untuk menggarap pangsa muatan ke luar negeri (ocean going) menyusul minimnya kapal-kapal nasional yang bergerak di sektor angkutan ekspor komoditas tambang.

Dia menjelaskan dua unit kapal itu akan dikerahkan pemiliknya untuk merebut pangsa muatan ke luar negeri, terutama batu bara, karena saat ini 95% dari total potensi ekspor batu bara nasional sekitar 220 juta ton dinikmati oleh pelayaran asing.

Ibnu menilai proses pembiayaan di sektor pengadaan kapal curah sangat menjanjikan, terutama untuk mendukung kegiatan ekspor batu bara yang kini mulai dilirik pemerintah dalam rangka memangkas arus devisa keluar.

Saat ini, jumlah kapal curah nasional mencapai 34 unit. Khusus kapal handymax tercatat 13 unit dengan kapasitas angkut rata-rata di atas 40.000 ton, sedangkan panamax sebanyak 15 unit rata-rata 80.000 ton dan sisanya kapal jenis handysize.(fh/bisnis.com)

Tidak ada komentar: