Kamis, 22/04/2010
JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia II memacu produktivitas pelabuhan yang dikelolanya untuk memenuhi target pendapatan sebesar Rp3,4 triliun pada tahun ini.Direktur Utama PT Pelindo II R.J. Lino mengatakan target pendapatan tahun ini diyakini tercapai, bahkan berpotensi terlampaui karena tingkat produktivitas pelabuhan yang dikelola oleh BUMN itu sudah meningkat.
"Hampir semua pelabuhan di bawah Pelindo II hingga triwulan I tahun ini mampu menaikkan target pendapatan. Pelabuhan Bengkulu, misalnya, dari target pendapatan pada 3 bulan pertama 2010 sebesar Rp2,7 miliar, realisasinya mencapai Rp10 miliar," katanya kepada Bisnis kemarin.
Lino mengungkapkan Pelindo II menyiapkan investasi Rp3,7 triliun di antaranya untuk pengadaan alat pemindah peti kemas di pelabuhan dengan kapasitas dua kontainer sekaligus dan pengadaan kapal.
Menurut dia, dari dana itu, sebesar Rp2,7 triliun dikucurkan pada tahun ini, sedangkan sisanya dibayarkan pada awal 2011. "Investasi sebesar itu untuk memacu produktivitas pelabuhan di lingkungan Pelindo II," tegasnya.
Dia menambahkan dengan berinvestasi Rp3,7 triliun diharapkan produktivitas pelabuhan naik hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kondisi sekarang, apalagi didukung oleh kebijakan pemerintah yang menetapkan pengoperasian pelabuhan selama 24 jam setiap hari.
"Sebelumnya, pelabuhan di Indonesia hanya beroperasi sampai pukul 17.00 sehingga produktivitasnya rendah. Sekarang semua pelabuhan di bawah Pelindo II kami siapkan untuk beroperasi 24 jam setiap hari," ujarnya.
Selama 2009, Pelindo II meraup pendapatan sebesar Rp3,3 triliun dengan laba bersih Rp1,09 triliun, sedangkan laba bersih pada 2008 tercatat Rp1,05 triliun dengan total pendapatan Rp2,3 triliun.
Saat ini, Pelindo II mengoperasikan 11 pelabuhan, yakni Tanjung Priok, Pangkalbalam, Sunda Kelapa, Tanjungpandan, Panjang, Jambi, Palembang, Teluk Bayur, Pontianak, Banten, dan Cilegon.
Menurut Lino, dari 11 pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo II, yang belum menghasilkan laba hingga tahun lalu hanya dua pelabuhan, yakni Sunda Kelapa dan Jambi.
"Kami harapkan pada tahun ini semua pelabuhan [di bawah Pelindo II] bisa menghasilkan laba," katanya.
Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendesak pemerintah lebih serius membenahi infrastruktur kepelabuhanan, terutama di kawasan timur Indonesia (KTI) karena produktivitasnya sangat rendah.
Wakil Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut dan Pelabuhan Kadin Anwar Sata mengungkapkan sebagian besar pelabuhan di KTI memiliki produktivitas yang rendah sehingga biaya angkut ke kawasan itu membengkak signifikan.
Selain itu, paparnya, waktu operasi sebagian besar pelabuhan di KTI juga terbatas, yakni hanya 7 jam per hari, padahal semakin lama waktu bongkar muat, biaya yang dikeluarkan pelayaran juga semakin besar. (k1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar