Minggu, 13 Desember 2009

Asean cenderung terapkan asas cabotage

JAKARTA: Sejumlah negara Asean segera memberlakukan asas cabotage yang telah diterapkan terlebih dahulu oleh Indonesia dan Malaysia dalam rangka melindungi pangsa muatan angkutan laut domestik.

Ketua Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan negara-negara di Asean memang cenderung untuk menerapkan asas cabotage (komoditas domestik wajib diangkut oleh kapal berbendera nasional).

Dia mengungkapkan setelah Indonesia dan Malaysia menerapkan asas cabotage, tiga negara Asean, yakni Vietnam, Thailand, dan Filipina juga akan memberlakukan kebijakan yang sama di tengah dampak krisis ekonomi global.

Menurut dia, kebijakan suatu negara yang mewajibkan distribusi barang dan penumpang di dalam negeri dilakukan oleh kapal berbendera nasional dan diawaki oleh warga negara bersangkutan bertujuan mengamankan pangsa muatan dalam negeri.

"Sebab, krisis ekonomi global telah memperburuk pangsa muatan di pasar internasional sehingga banyak negara yang kembali mengandalkan pangsa dalam negeri. Untuk itu, Vietnam, Thailand, dan Filipina cenderung menerapkan asas cabotage," katanya kemarin.

Johnson menambahkan di tengah kuatnya tekanan krisis ekonomi global saat ini, yang bisa menyelamatkan sektor pelayaran hanya pasar dalam negeri sehingga banyak negara yang yang ingin memproteksi pasar domestik.

Dia mengungkapkan dampak krisis yang diperkirakan masih dirasakan oleh pelayaran hingga 2010 itu menjadi momentum yang baik bagi sejumlah negara untuk mengeluarkan kebijakan yang dapat melindungi pasar dalam negeri.

"Ini memang momentum untuk melindungi pasar dalam negeri, seperti yang dilakukan oleh Indonesia dengan menerapkan asas cabotage. Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sudah benar dan harus didukung oleh pelaku usaha," tegasnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, 75 kapal berbendera Merah Putih yang sebelumnya menggarap pangsa internasional kembali masuk ke pasar domestik, menyusul lesunya pangsa pelayaran global.

Dalam perkembangan lain, Johnson yang juga sebagai Direktur Utama PT Salam Bahagia terpilih sebagai Ketua Federation of Asean Shipowners' Associations (FASA) periode 2010-2011 menggantikan Duong Chi Dzung asal Vietnam.

Johnson dipilih secara aklamasi dalam Rapat Umum Tahunan Anggota FASA ke-35 di Hanoi, Vietnam, yang dimulai kemarin. "Ya [dipilih secara aklamasi] karena memang kini giliran Indonesia memimpin FASA untuk 2 tahun ke depan," ujarnya.

Oleh Tularji
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar: