Senin, 12 Oktober 2009

Pelindo layani jasa pandu di Selat Malaka

BATAM: PT Pelabuhan Indonesia I mulai mengoperasikan jasa pandu di Selat Malaka dengan melayani pemanduan kapal dari perairan Karimun hingga Batam sejauh 48 mil.


Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Sutanto mengatakan BUMN kepelabuhanan itu sudah memiliki kelengkapan yang memadai untuk melayani jasa pandu di perairan tersebut.

"Mulai hari ini [kemarin] jasa pandu Pelindo I di Selat Malaka sudah bisa dioperasikan," ujarnya seusai soft launching jasa pandu itu, kemarin.

Pada acara soft launching yang digelar di perairan Pulau Iyu Kecil itu, Pelindo I juga memberikan pemanduan perdana kepada Kapal Tanker Camar Mas. Selain itu, kegiatan pemanduan dilakukan terhadap kapal Quito Jaya dan sebuah tanker VLCC berbobot 160 GT bernama Sahba Nassau yang sedang membawa minyak mentah ke India.

Di Via Gaspare, Kapten MT Sahba Nassau, mengatakan kapal minyak dengan panjang lebih dari 300 meter itu selama ini menerima jasa pandu dari salah satu perusahaan swasta asal Singapura.

"Kapal ini [Sabha Nassau] masih baru, tetapi kami sudah mendapat jasa pandu dari mereka [Singapura] sebanyak tujuh kali," ujar Gaspare.

Dia terlihat antusias saat Kapten Agustiyan, pilot kapten pandu, menjelaskan sudah beroperasinya jasa pandu resmi di Selat Malaka oleh Pemerintah Indonesia melalui Pelindo I.

Kepastian hukum


Menurut Gaspare, jasa pandu ini akan lebih menguntungkan perusahaan dan pemilik kapal berbendera Bahama itu karena memiliki kepastian hukum terutama bila mengalami masalah-masalah di Selat Malaka.

Perusahaan asuransi yang melindungi kapal itu, katanya, juga akan lebih merasa keamanan kapal tersebut bertambah, khususnya saat melintasi Selat Malaka yang memiliki lebar jalur yang sangat sempit, yakni hanya sekitar 500 meter.

Harry menjelaskan sejak awal 2009 Pelindo I berencana menyediakan layanan jasa pandu bagi kapal yang melintas di Selat Malaka karena diyakini sangat potensial memberikan keuntungan bagi perusahaan karena lalu lintas kapal di perairan itu padat.

Menurut dia, Selat Malaka merupakan jalur pelayaran internasional tersibuk kedua di dunia dengan panjang alur 900 km yang dilintasi oleh sekitar 200 kapal setiap hari dan 10% di antaranya adalah kapal jenis very large cruide carrier (VLCC) yang mengangkut minyak 11 juta barel per hari.

"Selat itu juga merupakan 50% perlintasan minyak dunia yang 80% di antaranya untuk pasokan ke Korea, Jepang, dan China. Pada tahap awal, Pelindo I akan melayani jasa pandu dari Pulau Iyu [perairan Karimun] hingga Nongsa [perairan Batam] berjarak 48 mil."

Dia memaparkan untuk sementara waktu kapal yang dipandu oleh Pelindo belum dikenakan biaya apa pun.

"Saat ini, kami masih mengkaji tarifnya dan belum ada pengenaan biaya. Pemanduan sudah kami operasikan untuk menyosialisasikan jasa pandu kepada kapal-kapal yang melintas di sana [Selat Malaka]."

Namun, dia memastikan tarif jasa pandu yang akan dikenakan oleh BUMN itu tidak akan lebih mahal daripada yang diterapkan oleh Singapura dan Malaysia.

"Kendati demikian, kualitas pilot pandu dan kinerja pemanduan tetap dilakukan secara profesional dan mampu menyamai pelayanan pemanduan yang selama ini dilakukan oleh kedua negara tetangga itu." (k40/ Bisnis Indonesia/s).

Tidak ada komentar: