Minggu, 19 April 2009

Harga biofuel ditetapkan 1 MeiRevisi Keppres No. 135/2000 ditunggu

BANDUNG: Pemerintah akan menerapkan formula harga patokan biofuel (bahan bakar nabati/BBN) jenis bioetanol dan biodiesel pada 1 Mei 2009 guna mengurangi subsidi pemerintah.Di sisi lain, rencana penetapan formula harga patokan itu diperkirakan bisa terganjal bila Keppres No. 135/2000 tentang harga jual eceran BBM dalam negeri dengan memasukkan soal biofuel segera direvisi dan persetujuan subsidi dari parlemen.Dirjen Migas Departemen ESDM Evita H Legowo mengatakan formula harga patokan baru BBN tersebut mengacu pada harga yang diterapkan di negara lainnya di Asia Tenggara yang mengonsumsi BBN."Pembahasan di sidang sudah selesai, tinggal melapor ke Pak Menteri [Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro] saja dan kita harapkan tanggal 1 Mei ini sudah bisa diberlakukan," katanya kemarin.Menurut dia, pengaturan harga dasar biodiesel mengacu pada harga bahan bakar tersebut di pasar Asia Tenggara dan patokan harga ekspor biodiesel dari Departemen Perdagangan.Untuk harga dasar bioetanol menggunakan harga acuan di pasar Asia Tenggara dan harga produksi bahan baku bioetanol di dalam negeri."Bioetanol di Indonesia diproduksi dari singkong dan tebu, nah harga komoditas pangan ini akan menjadi acuan harga dasar bioetanol," katanya.Dirjen Migas, katanya, akan mengatur dan menetapkan harga dasar untuk dua jenis bahan bakar energi terbarukan ini setiap bulannya, sesuai dengan fluktuasi harga yang terjadi di pasar Asia Tenggara.Penerapan harga dasar baru bioetanol dan biodiesel, lanjutnya, akan berdampak positif mengurangi subsidi pemerintah untuk bahan bakar tersebut. Tahun ini pemerintah menyiapkan insentif Rp834 miliar untuk BBN.Di tempat terpisah, Sekjen Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan industri, terutama produsen biofuel berharap pemberlakuan formula itu bisa dilakukan sesuai dengan target yaitu pada Mei. Namun, tuturnya, pemberlakukan formula itu diakui masih bergantung pada dua hal, yaitu Keppres tentang harga jual BBM dan juga persetujuan subsidi untuk BBN oleh parlemen.Perlu direvisi"Keppres No.135/2000 itu hanya mengatur harga BBM sehingga saat ini direvisi agar BBN dimasukkan dan diharapkan Keppres itu bisa selesai sebelum Mei. Selain itu kami juga berharap dukungan dari parlemen soal subsidi BBN," jelas Paulus.Selain formula harga, tutur Paulus, pemangku kepentingan yang terdiri dari unsur Departemen ESDM, Depkeu, Depdag, BPPT, PT Pertamina (persero), dan asosiasi, dalam rapat yang berlangsung pada Rabu lalu menyepakati nilai tukar harga pokok BBN berdasarkan kurs rata-rata beli BI, mengacu pada SK Menkeu No. 153/KMK.012/ 1982 tentang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berlaku bagi perusahaan migas.Dalam skala global, seiring dengan turunnya harga minyak mentah dunia yang kini di bawah US$50 per barel, produksi biofuel diperkirakan melambat tahun ini.Menurut laporan International Energy Agency (IEA), institusi itu memprediksi produksi biofuel dunia hanya mencapai 95.000 barel per hari dibandingkan dengan 345.000 barel per hari pada 2008. (k38/Rudi Ariffianto/Firman Hidranto) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar: