Minggu, 04 April 2010

Pengusaha tunggu cetak biru logistik

Jumat, 02/04/201
0
leh: Dadan Muhanda

JAKARTA (Bisnis.com): Para pengusaha kargo, logistik, dan jasa pengiriman di kawasan Soewarna Business Park (SBP) menyambut baik rencana pemerintah yang akan menerbitkan cetak biru logistik nasional karena dapat meningkatan kompetensi untuk bersaing di pasar global.

Senior General Manager Soewarna Business Park Ishak Chandra mengatakan mayoritas penyewa di Soewarna berharap keberadaan cetak biru tersebut dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi agar perusahaan mampu meningkatkan daya saingnya di era perdagangan bebas ini.

Menurut dia, selama ini, sebelum adanya cetak biru ini, sejumlah peraturan terkait dengan kegiatan ekspor-impor barang berada di
sejumlah instansi pemerintah sehingga membutuhkan proses yang lama dan berbelit-belit.

“Kami sebagai pengelola kawasan sangat menantikan implementasi cetak biru ini. Para penyewa yang mayoritas perusahaan logistik dan ekspor-impor juga menanti realisasi ini,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, hari ini.

Pemerintah dalam waktu dekat akan menerbitkan cetak biru sistem logistik nasional yang sudah dirancang dalam beberapa tahun terakhir oleh lima kementerian. Cetak biru tersebut akan menjadi semacam pengarah kegiatan pengiriman barang sehingga biaya jasa logistik semakin murah dibandingkan dengan yang ada saat ini.

Cetak biru juga dibutuhkan untuk menyatukan strategi dan program untuk membenahi sistem logistik menjadi lebih efisien. Keberadaan cetak biru itu diharapkan mengintegrasikan sistem secara nasional yang terkoneksi dengan sistem logistik global.

Soewarna Business Park merupakan kawasan industri yang ada di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Menurut Ishak, mayoritas penyewa di Soewarna adalah perusahaan-perusahaan logistik dan kargo baik lokal maupun multinasional.

“Pemerintah melalui cetak biru logistik ini ingin memudahkan pelaku bisnis logistik, terutama kami sebagai pengembang kawasan yang menjadi pilihan bagi perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan bisnis penerbangan dan ekspor impor untuk mendapatkan pelayanan yang terintegrasi dalam satu atap,” tuturnya.

Adanya cetak biru ini juga diharapkan mampu menekan biaya operasional dan akan memetakan asal arus barang, tujuan hingga di titik mana harus ada hub port.

Di kawasan Soewarna Business Park sendiri terdapat sederet perusahaan terkemuka yang beroperasi di sini seperti DHL, Lufthansa Cargo, Singapore Airlines, Qatar Airways, Schenker, K’Line, Nippon Express, Saudi Arabian Airlines dan lainnya.

Selain itu nama-nama lokal seperti Fin Logistic, Prima Cargo, Mitra Kemas Transindo, Ritra Cargo Indonesia, Panalpina, Uniair Indotama Cargo juga merupakan perusahaan kargo dan logistik Indonesia yang menjadi penyewa di Soewarna.

Ketua Umum IATA Cargo Agents Club (ICAC) Imam Wartomo menegaskan, pemerintah selaku pihak yang sangat berkompeten dalam mendorong iklim logistik nasional harus menyiapkan elemen-elemen terpadu dalam cetak biru ini, seperti perangkat lunak dan perangkat keras, sumber daya manusia, prosedur, alat-alat bantu serta fasilitas-fasilitas lain yang dibutuhkan. (nn)

Tidak ada komentar: