Jumat, 16/04/2010
JAKARTA (Bisnis.com): Ketersediaan kapal tanker untuk mengangkut kebutuhan komoditas bahan bakar minyak (BBM) domestik dalam rangka implementasi asas cabotage dinilai sudah berlebih dibandingkan dengan permintaan.
Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Budhi Halim mengatakan indikator berlebihnya armada tanker domestik terlihat dari terus merosotnya tarif sewa kapal jenis ini di pasar dalam negeri.
Untuk itu, dia menyarankan agar pengadaan kapal tanker mulai diarahkan untuk merebut pangsa muatan ekspor supaya tarif sewa tanker domestik membaik. "Sekarang tarif tanker rendah sekali," kataya kepada Bisnis.com, siang ini.
Tarif kapal tanker berbobot 3.000 DWT (dead weight tonnage) hingga Maret tahun ini turun 40% menjadi hanya US$1.800 per hari dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar US$3.000 per hari atau US$1 per DWT.
Sementara tarif sewa kapal tanker berbobot 6.500 DWT sejak awal tahun ini sudah turun 22,6% menjadi US$4.100 per hari dibandingkan dengan posisi yang sama pada 2009 sebesar US$5.300 per hari.
Pertamina adalah satu-satunya pangsa pelayaran tanker minyak di dalam negeri. Perseroan itu mengoperasikan sedikitnya 165 unit kapal dengan 130 diantaranya merupakan sewa dari pihak ketiga, sedangkan sisanya sebanyak 35 unit merupakan aset sendiri.
Perseroan BUMN itu tahun ini telah merencanakan akan melakukan pengadaan 10 unit kapal tanker minyak dan gas bumi dengan memesan pada perusahaan galangan dalam negeri senilai total US$200 juta. (msw/bisnis.com)
Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Budhi Halim mengatakan indikator berlebihnya armada tanker domestik terlihat dari terus merosotnya tarif sewa kapal jenis ini di pasar dalam negeri.
Untuk itu, dia menyarankan agar pengadaan kapal tanker mulai diarahkan untuk merebut pangsa muatan ekspor supaya tarif sewa tanker domestik membaik. "Sekarang tarif tanker rendah sekali," kataya kepada Bisnis.com, siang ini.
Tarif kapal tanker berbobot 3.000 DWT (dead weight tonnage) hingga Maret tahun ini turun 40% menjadi hanya US$1.800 per hari dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar US$3.000 per hari atau US$1 per DWT.
Sementara tarif sewa kapal tanker berbobot 6.500 DWT sejak awal tahun ini sudah turun 22,6% menjadi US$4.100 per hari dibandingkan dengan posisi yang sama pada 2009 sebesar US$5.300 per hari.
Pertamina adalah satu-satunya pangsa pelayaran tanker minyak di dalam negeri. Perseroan itu mengoperasikan sedikitnya 165 unit kapal dengan 130 diantaranya merupakan sewa dari pihak ketiga, sedangkan sisanya sebanyak 35 unit merupakan aset sendiri.
Perseroan BUMN itu tahun ini telah merencanakan akan melakukan pengadaan 10 unit kapal tanker minyak dan gas bumi dengan memesan pada perusahaan galangan dalam negeri senilai total US$200 juta. (msw/bisnis.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar