JAKARTA: Alokasi anggaran penyertaan modal daerah Pemprov DKI dalam APBD 2010 turun 1,47% menjadi Rp235 miliar dibandingkan dengan anggaran penyertaan modal dalam APBD-P 2009 sebesar Rp238,46 miliar.Pada tahun depan Pemprov DKI akan mengalokasikan penyertaan modal untuk dua BUMD, yakni PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan PT MRT Jakarta. Untuk PT KBN Rp200 miliar dan untuk PT MRT Jakarta Rp35 miliar."Penambahan modal sebesar Rp200 miliar untuk PT KBN sudah disesuaikan dengan rencana akuisisi Pemprov DKI untuk menjadi pemegang saham mayoritas. Hal itu sebagai upaya pengembangan kawasan KBN menjadi kawasan ekonomi khusus di Jakarta," ungkap Gubernur DKI Fauzi Bowo, pekan lalu.Dalam APBD-P 2009 Pemprov DKI mengalokasikan suntikan modal untuk empat BUMD, yakni Bank DKI Rp10,83 miliar, PT KBN Rp175 miliar, PT MRT Rp35 miliar, dan PT Jakarta Tourisindo Rp2,63 miliar.Berdasarkan rencana, Pemprov DKI akan menambah saham di PT KBN hingga 2011, sedangkan komposisi anggaran yang disiapkan, yakni Rp281 miliar pada 2008, Rp175 miliar 2009, dan masing-masing Rp200 miliar pada 2010 dan 2011. Artinya, total anggaran yang akan dikucurkan untuk PT KBN sebesar Rp856 miliar selama masa anggaran 4 tahun itu.Dihubungi terpisah, Anggota Komisi D DPRD DKI Nurmansjah Lubis, mengatakan DPRD akan menyetujui rencana penambahan modal untuk KBN. Sebelumnya sudah disepakati untuk menambah nilai saham di perusahaan yang dikuasai oleh Pemprov DKI dan pemerintah pusat itu."Sesuai dengan kesepakatan, kami akan mendukung penguasaan saham di KBN menjadi mayoritas karena mempunyai prospek bisnis yang cerah. Apalagi dengan diundangkan RUU kawasan ekonomi khusus (KEK) rospek bisnis di bidang pelabuhan dan kaitannya dengan siklus ekspor impor menjadi daya tarik sendiri," ujarnya kemarin.Kewajiban pemprovTerkait dengan penyertaan modal pemprov pada PT MRT senilai Rp35 miliar, Gubernur DKI mengatakan anggarannya akan dialokasikan dari APBD murni Rp25 miliar sebagai pemenuhan kewajiban Pemprov DKI dan hibah Rp10 miliar untuk konsultasi kegiatan pengadaan.Sementara itu, Direktur Fungsi Koorporasi PT MRT Edi Santosa membenarkan alokasi modal untuk PT MRT senilai Rp35 miliar terdiri dari Rp25 miliar merupakan dana tunai murni dari APBD, dan sisanya atau Rp10 miliar dari penerusan hibah loan IP-536 untuk pekerjaan pengadaan konsultan tender assistance desain dasar MRT."Untuk kegiatan pendukung yang dilakukan di DKI disediakan anggaran Rp176 miliar dalam APBD 2010. Sedangkan dana yang ada di PT MRT akan digunakan untuk operasional, training, investasi pendukung yg harus dilakukan MRT diluar konstruksi yang sepenuhnya dibiayai loan dari JICA," ujarnya.Terkait rencana pengadaan prequalification (PQ) konsultan pendamping kontraktor desain dasar yang telah ditetapkan Departemen Perhubungan, PT MRT akan membuka lelang secara terbuka melalui surat kabar mulai November 209.Secara total, dalam APBD 2010 Pemprov DKI rencana pembiayaan yang dialokasikan Rp259,7 miliar, yang dialokasikan untuk penyertaan modal pemerintah Rp235 miliar, dan Rp24,70 miliar untuk pembayaran utang pokok yang telah jatuh tempo.Adapun, untuk sumber penerimaan daerah tahun depan diperhitungkan senilai Rp2,22 triliun yang berasal dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) 2009. (mia citra/bisnis. com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar