JAKARTA: Departemen Perhubungan akan mendorong pembatasan penggunaan kendaraan bermotor pribadi di kota-kota besar melalui pembahasan di forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ), guna menekan angka kecelakaan.Direktur Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Dephub Suripno mengatakan forum itu diperkirakan terbentuk pada 2010 atau paling lambat saat undang-undang (UU) LLAJ telah berlaku selama 1 tahun."Bertambahnya populasi kendaraan bermotor di jalan berbanding lurus dengan angka kecelakaan yang setiap tahun semakin meningkat, kendati sosialisasi keselamatan berkendara terus dilakukan," katanya seusai konferensi pers Pekan Nasional Keselamatan Transportasi, kemarin.Namun, dia mengakui rencana pembatasan penggunaan kendaraan pribadi itu bertolak belakang dengan kebijakan Departemen Perindustrian yang mendorong agar volume produksi kendaraan bermotor semakin meningkat setiap tahunnya."Oleh karena itu, kami akan berusaha untuk membahasnya bersama Depperin di forum LLAJ, sehingga mendapat titik temu untuk kepentingan negara dan masyarakat," tutur Suripno.Dia mengungkapkan Dephub akan menggunakan sejumlah strategi untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi, di antaranya melalui kewajiban memiliki garasi bagi pemilik mobil, penerapan electronic road pricing (ERP), dan menetapkan tarif yang mahal untuk jasa parkir."Agar rencana itu dapat dijalankan dengan lancar, Dephub akan mengupayakan penyediaan angkutan massal yang memadai dan terpadu sehingga tidak mengganggu kelancaran transportasi," katanya.Tidak tergangguSementara itu, Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Darmadi memaparkan industri otomotif Tanah Air tidak akan terganggu dengan adanya pembatasan itu, karena masih kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, khususnya di kota-kota kecil masih sangat besar."Kebutuhan kendaraan bermotor di Indonesia masih sangat besar. Kalau rencana [pembatasan] itu diterapkan, kemungkinan hanya akan mengurangi kontribusi penjualan di kota besar, tetapi volume penjualan di kota kecil akan meningkat," ujarnya.Dia menegaskan Depperin akan tetap mengupayakan industri kendaraan bermotor di Indonesia terus bergairah, termasuk dengan mendorong agen tunggal pemegang merek (ATPM) memproduksi mobil murah.
Sumber : Bisnis Indonesia