Senin, 20 April 2009

Era Indoasia beli 4 kapal lepas pantai US$48 juta

JAKARTA: Perusahaan pelayaran PT Era Indoasia Fortune membeli empat unit kapal senilai US$48 juta dari China guna mendukung kegiatan lepas pantai di dalam negeri.Direktur Utama PT Era Indoasia Fortune Paulis D. Djohan mengatakan serah terima pembelian kapal itu akan dilakukan pada Juni-November 2009."Pengadaan empat kapal dari Yuexin Shipyard, China, itu diharapkan memperkuat armada nasional dalam kegiatan penambangan minyak dan gas lepas pantai di dalam negeri," katanya kepada Bisnis, kemarin.Dia menambahkan harga pembelian kapal dengan jenis AHTS, DP, dan anchor handling itu mencapai US$12 juta per unit atau total US$48 juta. Pembiayaan pembelian kapal diperoleh dari PT PANN Multifinance.Paulis menambahkan pihaknya mencari lagi pendanaan US$10 juta untuk pengadaan kapal lepas pantai (offshore vessel). "Setelah pembelian itu, kami langsung merundingkan pembelian kapal baru yang nantinya dibiayai oleh bank campuran," katanya.Paulis menambahkan sejumlah perusahaan pelayaran telah mendapatkan pembiayaan dari PANN Multifinance dan PT Bank CIMB Niaga yang ditandatangani saat workshop Peluang Pembiayaan Industri Pelayaran, pekan lalu.Saat itu, kedua lembaga tersebut mengucurkan kredit kepada empat perusahaan pelayaran nasional senilai US$48,46 juta untuk pembelian delapan kapal.Bank CIMB Niaga memperoleh porsi kredit US$10 juta yang diberikan kepada PT Wintermar untuk membiayai pembelian dua unit kapal yakni satu unit kapal ukuran 48 meter utility vessel MPV dan satu unit kapal 50 meter AHT 5.200 HP.Adapun porsi PANN Multifinance US$38,46 juta yang dikucurkan kepada tiga perusahaan, yakni PT Jaya Offshore senilai US$14 juta, PT Samudra Rezeki Permata US$3,96 juta, dan PT Artha Jaya Sejahtera US$20,5.Potongan hargaMenurut Paulis, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi industri pelayaran nasional untuk menambah atau meremajakan armada karena banyak kapal yang dibuat di China dijual dengan potongan harga.Namun, lanjutnya, perusahaan pelayaran nasional harus memperoleh dukungan yang kuat dari pemerintah dengan membantu mencarikan kontrak sewa kapal minimal 5 tahun dan mempercepat proses ratifikasi ketentuan internasional soal penahanan kapal (arrest of ship).Dia mengatakan pengadaan dan peremajaan kapal nasional, terutama untuk mendukung implementasi asas cabotage, memerlukan pembiayaan besar sehingga perlu didukung oleh lembaga pembiayaan.Saat ini, perusahaan pelayaran nasional membutuhkan pembiayaan pengadaan 127 kapal berbendera Indonesia senilai US$6,5 miliar guna menggantikan peran kapal asing pengangkut minyak dan gas di dalam negeri.Ketua umum Indonesia National Shipowners' Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan harga kapal sedang turun, bahkan terendah dalam 5 tahun terakhir.
Oleh TULARJI
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar